109 Wisudawan SMP Islam Terpadu Darul Fikri 14 Siswanya Berhasil Hafalkan Al Qur an 30 Juz

14 siswa SMP IT Darul Fikri yang telah berhasil menghafal 30 juz. as

Sidoarjo Pos-Usai menyelesaikan belajarnya di bangku sekolah tingkat pertama, sebanyak 109 santri Ponpes Darul Fikri Sidoarjo, yang juga siswa SMP Islam Tepadu Darul Fikri telah berhasil diwisuda. Wisudawan angkatan ke 7 tahun 2019 ini, ada 14 santri yang telah berhasil menghafal sebanyak 30 juz.

Menurut Kepala SMP IT Darul Fikri Basuki Rakhmad S.Pd mengatakan kalau lulusan kali ini merupakan sebuah kado yang sangat luar biasa. Dimana kami, awalnya tidak menyangka kalau anak-anak bisa melampaui 14 anak hafal 30 juz. Ini adalah hadiah yang sangat luar biasa bagi kami, tentunya juga Darul Fikri dengan orangtua masing-masing siswa.

Untuk tahun 2018 juga sebanyak 14 anak. Cuma bedanya, dengan kegiatan yang sangat luar biasanya banyaknya, namun mereka juga masih semangat untuk menghafal Al Quran. “Oleh karena itu, tidak menyangka kalau sampai 14 anak yang bisa menghafal 30 juz. Ini sangat membanggakan sekali bagi semua guru dan orangtua,” terang Basuki Rakhmad saat ditemui disela-sela acara wisuda,(25/5/2019).

Ia katakan, kalau tanggal 25 ini mestinya anak-anak itu pulang, ternyata masih banyak yang tidak mau pulang, utamanya yang belum sampai 30 Juz, mereka ingin melanjutkan menghafal Al Quran lebih banyak lagi, sehingga para ustad dan ustadzah juga harus menemani mereka masuk saat liburan ini. “Semangat ini sangat membanggakan sekali, apalagi ini bulan yang suci, sangat dianjurkan banyak membaca Al Quran. Ini merupakan pontensi yang luar biasa dan bisa dikembangkan untuk kemudian hari,” pungkas Rakhmad Basuki.

Usai diwisuda Ghiast Ahmad Basyar salah satu siswa yang hafal 30 Juz mengaku senang dan bangga sekali. Perjuangan yang kita tempuh selama 3 tahun di bangku SMPIT Darul Fikri ini, selain saya sendiri juga tentunya orangtua saya.

Ia katakan, setiap belajar apapun tentu ada suka dukanya, saya terkadang juga merasa jenuh dan bosan saat menghafal. Untuk menghilangkan kejenuhan tersebut, saya terus memejamkan mata, dan membayangkan wajah orangtua saya lagi tersenyu. “Dari situlah akhirnya saya bersemangat lagi,” kata siswa kelas 9 ini.

Sementara itu, ustad Fatkhurrachman selaku pendamping santri mengaku dalam membimbing siswa selalu memberikan dorongan semangat untuk memotivasi mereka agar tidak mengalami kejenuhan. Kita harus bisa mengamati mereka, siapa yang sudah merasa jenuh, itu tugas kita terus menyemangati dan memotivasi mereka. “Agar mereka terus lebih giat, bisa mencapai semaksimal mungkin menghafal 30 juz. Karena dorangan, dan contoh-contoh dari hafizh sebelumnya, akhirnya mereka bisa bangkit dan semangat lagi. as

Komentar