2.500 Tandatangan SMAMDA HOLIC Tolak Hari Valentine

Sidoarjo Pos-Ada pemandangan berbeda di koridor SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, pada Selasa 14 Pebruari 2017 pagi. Puluhan poster serta beberapa booth tandatangan telah terpasang rapi di sekitar koridor sekolah, yang isinya menyatakan penolakan tentang adanya hari Valentine.
Selain itu, pada sore harinya puluhan siswa SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo yang tergabung dalam IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah), Korps Muballigh Muda Muhammadiyah (KM3) serta komunitas supporter yang akrab disapa SMAMDA Holic juga berkumpul di depan lapangan. Bukan hanya sekedar berkumpul, tetapi mereka melakukan gerakan bertajuk ‘Aksi 14.2.17 Pelajar Muslim Tolak Valentine’. Sudah sekitar 1.500 tanda tangan yang menyatakan aksi tolak hari Valentine.
Aksi tersebut, menurut salah satu siswa SMAMDA Andisa Risky dilakukan berkaitan dengan berkembangnya, stigma pemikiran masyarakat umum mengenai tanggal 14 Februari yang diyakini sebagai Hari Kasih Sayang, atau yang akrab kita sebut sebagai Hari Valentine. “Lebih parahnya lagi, pelajar maupun pemuda pemudi Islam juga tidak sedikit yang turut serta menyemarakkan perayaan tersebut,” katanya.
Kerja sama dan koordinasi yang baik antara PR IPM SMAMDA, KM3 serta SMAMDA Holic mampu untuk melahirkan sebuah ‘Aksi 14.2.17 Pelajar Muslim Tolak Valentine’. Tidak hanya bersosialisasi tentang aksi penolakan Valentine, acara yang disertai dengan hawa segar akibat guyuran hujan sesaat itu mampu melahirkan sebuah Deklarasai Pelajar Muslim yang berbunyi; “Pelajar Muslim senantiasa taat terhadap agama, bangsa dan Negara. Pelajar Muslim siap berjihad amar ma’ruf nahi munkar. Pelajar Muslim bersedia untuk bergotong royong dan peduli moral sesama,” jelasnya.
Ditambahkan pula oleh Rahma Putri, kalau aksi yang diawali dengan menyanyikan mars IPM, mars Muhammadiyah serta penyampaian orasi itu, mampu menyita ribuan pasang mata, baik siswa-siswi SMAMDA Sidoarjo maupun masyarakat sekitar.
Bagaimana tidak, setelah dirasa cukup untuk menyampaikan deklarasi serta orasi di dalam lingkungan SMAMDA, puluhan siswa siswi berjas kuning keemasan dan biru laut turun ke jalan untuk melakukan aksi yang sama.
Dengan adanya aksi deklarasi tersebut, PR IPM SMAMDA berharap bisa menjadi Pelopor pelajar muslim, yang menolak adanya Hari Valentine. “Deklarasi tersebut diharapkan menjadi deklarasi yang berguna, juga ikrar bagi seluruh pelajar maupun pemuda pemudi Islam di Indonesia, agar tidak terjerumus kedalam lingkup budaya non Islam,” harapnya. as

Komentar