Agar Tidak Ketinggalan Perkembangan Teknologi Lab Medik FIK Umsida Gelar Sinemsi

pakar kesehatan miswar fattah saat memaparkan materinya. as

Sidoarjo Pos-Ratusan pegawai rumah sakit se Jawa Timur dan para mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah (FIK Umsida) sangat antusias mengikuti Sinemsi (Seminar Ilmiah Analisis Kesehatan Muhammadiyah Sidoarjo.

Kegiatan Sinemsi yang digelar di Aula Akhmad Dahlan Umsida pada(17/9/2017) tersebut bertujuan untuk  bertujuan untuk memberikan pengembangan wawasan keilmuan dari analis kesehatan atau teknologi laboratoirum medis yang lebih baik. Pihak HIMA D-IV Analis Kesehatan Umsida telah menghadirkan narasumber pakar kesehatan dari Unhas Dr. Miswar Fattah M.Si yang banyak memberikan materi tentang kecanggihan laboratorium. Soal lab, sudah banyak menggunakan system robotic, sehingga kecepatan dan keakuratannya sudah bisa diandalkan. “Kalau kita sudah menggunakan lab/teknologi yang bagus dengan system robotic, dalam beberapa menit semuanya sudah bisa terdeteksi, sehingga dokter lebih mudah dan cepat dalam memberikan resep,” jelasnya.

Disela-sela kegiatan seminar, Dekan Fikes Umsida Sri Mukhodim Faridah Hanum, S.ST., MM, M.Kes menuturkan kalau pihaknya telah mengdirkan narasumber yang sangat berkompeten. Miswar Fattah ini merupakan alhi lab medis terkenal, yakni dari Lab Prodia telah memaparkan bagaimana perkembangan teknologi lab medic atau analis kesehatan di seluruh dunia, sehingga para peserta ini mempunyai wawasan tidak hanya mengenal alat yang manual seperti di Indonesia sekarang ini, termasuk di institusi pendidikan.

Sementara dr. Fitri Sriyani Sp.P banyak memaparkan tentang tuberkolosis diagnosis dan terapi atau bagaimana proses pencegahaan TB. Sedangkan narasumber  Dr. Rayahu Anggaini, M.Si  membahas tentang peningkatan kompetensi lulusan D-III atau D-IV Analis jadi tenaga kesehatan di bidang lab medic. “Jadi dengan adanya ketiga narasumber ini peserta diharapkan mempunyai wawasan kedepan terhadap perkembangan teknologi lab medic yang lebih baik lagi, baik di Indonesia maupun internasional,” jelas Sri Mukhodim Faridah Hanum.

Salah satu peserta Sinemsi Santa Sihombing mengatakan kalau pendidikan analis kesehatan ini Silabusnya sangat minim, sangat jauh dari yang diharapakan kalau dibanding dengan luar negeri. Bahkan Silabusnya itu menyimpang dari perkembangan kemajuan tekonologi sekarang ini.

Jadi bukan hanya sekedar analis medic, bukan hanya sekedar menganalisa tapi bagian teknologinya juga harus dikuasai. Makanya seminar ini sangat penting dan harus dikembangkan. “Saya beharap kampus-kampus yang mengadakan prodi di analis kesehatan harus menyeimbangkan dengan perkembangan terhadap sarana kemajuan pendidikan,” harapnya.

Lanjutnya, kondisinya sekarang kita ketinggalan sangat jauh. Bahkan dari narasumber mengatakan kalau soal kemajuan teknologi lab medic kita selalu ketinggalan 10 hingga 20 tahun. “Kalau ada perkembangan teknologi dari luar negeri, 10 – 20 baru masuk Indonesia. Inilah kenyataannya,” ungkap mahasiswa Poltekes Kemenkes Surabaya. as

Komentar