Ahmad Syahroni Resmi Pimpin BMI Jatim Periode 2020-2025

Kiri, Ahmad Syahroni menunjukkan surat keterangan pelantikan sebagai ketua BMI Jatim. usi

Sdioarjopos-Guna menyiapkan para generasi milenial  penerus bangsa yang berjiwa nasional, sayap partai demokrat yakni Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bintang Muda Indonesia (BMI) selenggarakan deklarasi dan pelantikan ketua BMI Jawa Timur periode 2020/2025, Sabtu (31/10). Bertempat di Ballroom Luminor Hotel Jemursari Kota surabaya, dengan tetap mantaati protokol kesehatan.

Dihadiri para anggota BMI pusat hingga dari perwakilan DPC, DPD dari seluruh Indonesia, kegiatan ini dibentuk untuk menyiapkan calon pemimpin yang muda, santun hingga peduli terhadap negara yakni sosok Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Ketua terpilih BMI Jawa Timur, Ahmad Syahroni usai dilantik mengatakan akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menampung dan menyampaikan berbagai macam aspirasi dari bawah ke pemerintah pusat. “Kedepan kami akan membentuk DPC kabupaten dan kota di wilayah Jawa Timur, ” ucapnya.

Sementara ini masih berjalan di 31 kabupaten dan kota dari 38 di Jatim dan akan dilaksanakan secepatnya. “Maksimal di pertengahan tahun 2021, seluruh struktur BMI DPC masing – masing di kabupaten dan kota akan sudah terbentuk,” harapnya.

Dalam pemilihan calon kepala daerah mendatang, kami akan menistruksikan kepada seluruh DPC di Jatim untuk mendukung serta mensupport paslon yang diusung,” imbuhnya.

Menambahkan, Renanda Bachtar selaku sekretaris dewan pembina BMI pusat menuturkan suatu organisasi sayap dari partai demokrat tentunya harus mengembangkan serta mendirikan kader – kader tingkat ke pengurusan sampai kecamatan dan kelurahan. Setelah struktur BMI sudah terbentuk, ini akan menjadi suatu sumber daya luar biasa dalam menjalankan program – program dari BMI pusat ke daerah. Nantinya pada saat pemilihan presiden 2024, mereka sudah bergerak untuk memenangkan Agus Harimurti Yudoyono (AHY),” pungkasnya.

Mengenai UU Cipta Kerja Omnibus Law, kami dengan tegas menolaknya. Mengingat pandemi global covid-19 belum berakhir dan momennya kurang efektif untuk segera di sahkan. Ini bisa ditunda terlebih dahulu untuk menampung segala bentuk aspirasi dari masyarakat sehingga mereka tidak turun ke jalan guna menuntut suatu keadilan, ” cetusnya. usi

Komentar