Anniversary SMP dan SMK Sepuluh Nopember Gelar Drama Kolosal Hari Pahlawan

Ketua Yayasan Sepuluh Nopember Sidoarjo Misti Hariasih melepas balon simbolis pelaksanaan kegiatan. as

Sidoarjo Pos-Dalam memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 Nopember. Yayasan sekolah Sepuluh Nopember, Buduran, Sidoarjo  menggelar teater/drama kolosal perjuangan arek-arek Surabaya, untuk mempertahankan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dari serangan penjajah.

Gelar drama kolosal, Minggu (9/11/2018) tadi pagi, melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari para guru, siswa SMP dan SMK Sepuluh Nopember tersebut sekaligus  dalam rangka ‘Anniversary’ SMP dan SMK Sepuluh Nopember ke 8.

Ketua Yayasan Sepuluh Nopember, Buduran, Sidoarjo Hj. Misti Hariasih, SE. MM menuturkan kalau peringatan hari lahirnya Yayasan Sepuluh November yang ke8 tahun ini  berbeda dengan tahun sebelumnya. Kali ini pihak yayasan mengelar serangkaian kegiatan bertemakan semangat generasi muda, untuk mempertahankan NKRI dalam momentum hari pahlawan.

Jadi, pihak yayasan sekarang ini mewajibkan seluruh siswa-siswi dan guru, mulai dari lembaga pendidikan SMP dan SMK untuk mengenakan costum perjuangan. “Karena lahirnya yayasan kami bersamaan dengan peringatan Hari Pahlawan, yakni pada tanggal 10 Nopember. Dimomentum ini, para siswa dan guru memberikan pelajaran yang baik untuk selalu mengenang perjuangan para pahlawan, sehingga patut di teladani dan meneruskan perjuangannya melalui pendidikan, ” tutur Misti Hariasih.

Sementara Ketua Panitia Kegiatan Syaiful Tulus Jatmika mengungkapkan kalau kegiatan ini diawali dengan pawai keliling desa, dilanjutkan dengan meniup lilin,   pemotongan tumpeng serta pelepasan balon oleh ketua yayasan.

Usai pelepasan balon,  para siswa dan guru yang tergabung dalam teater atau drama kolosal memainkan kisah perjuangan arek-arek Surabaya dalam mempertahankan NKRI melawan penjajah. “Jadi, semangat arek-arek Surabaya dalam melawan penjajah mengisahkan perobekan bendera Belanda di Hotel Orien di Surabaya pada masa lalu dengan mengorbankan ribuan jiwa para pejuang kemerdekaan,” jelas Syaiful Tulus. as

Komentar