APTSM Perguruan Tinggi Muhammadiyah se Indonesia Lakukan Musker

Ketua Prodi Tehnik Mesin Umsida Edi Widodo saat memberikan paparan. as

Sidoarjo Pos-Agar saling menguatkan kerjasama antara Prodi Tehnik Mesin, untuk meningkatkan akreditasi. APSTM-PTM (Asosiasi Program Studi Tehnik Mesin-Perguruan Tinggi Muhammadiyah), se Indonesia telah melakukan Musker (Musyawarah Kerja) secara bergantian.

           Hal tersebut ditegaskan Ketua Prodi Tehnik Mesin Umsida Edi Widodo disela-sela Musker, kemarin. Menurutnya, kalau kegiatan ini sangat bermanfaat untuk saling menguatkan kerjasama. Terutama untuk meningkatkan akreditasi, karena masih ada prodi yang akreditasi C, bagaimana bisa meningkat menjadi B, begitu juga yang B supaya meningkat jadi A. “Jadi, mereka yang akreditasinya sudah bagus bisa membina yang belum bagus, dan seterusnya, “ tegas Edi Widodo.

            Kegiatan yang dikemas dalam Musyawarah Kerja APSTM PTM se Indonesia tersebut dibuka langsung oleh Wakil Rektor I Umsida Ahtim Wahyuni, di ruang pertemuan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).

            Menurutnya, kegiatan ini dilakukan dalam rangka penguatan prodi tehnik mesin, juga dalam rangka publikasi ilmiah dosen, juga dalam rangka penguatan program tri dharma perguruan tinggi yang lainnya. Juga bagi Dikjar penelitian dan pengabdian masyarakat. “Jadi kalau keterkatian dengan Dikjar ya otomatis salah satunya adalah membahas penguatan SDM. Bahkan sampai pada kurikulum mesin, yang sesuai sengan karakter di perguruan tinggi masing-masing,” jelas Ahtim Wahyuni.

            Begitu juga yang penilitian tidak terebelunggu dengan kondisi perguruan tinggi masing-masing, tetapi bisa saling melakukan kolaborasi dengan prodi-prodi tehnik mesin perguruan muhammadiyah yang lainnya. “Salah satu pembahasan yang dikuatkan hari ini adalah publikasi dosen yang terindeks, “ pungkas Ahtim.

           Sementara Ketua APSTM PTM Tri Widodo Sariyadi dari Universitas Muhammadiyah Surakarta  mengatakan kalau kegiatan ini sebagai media komunikasi tehnik mesin, tujuannya kita saling bantu membantu untuk menguatakan SDM, agar dapat terjalin saling kerjasama untuk meningkatkan nilai akreditasi. Dari situ akan timbul berbagai kegiatan yang kita wadahai bersama. “Termasuk program-program yang berbeda-beda di setiap wilayah. Makanya nanti output dari kegiatan ini adalah bentuk kerjasama yang saling menguntungkan. Misal, join publikasi, join riset, dan terutama saling memberi masukan, dimana saling mensitasi agar akreditasi kita bisa naik. Jadi kegiatan seperti ini sangat positiflah untuk semuanya,” katanya. as

 

Komentar