Arzeti Bilbina Mengajak Ibu-ibu Memahami UU Perlindungan Anak

Di hadapan para ibu-ibu Arzeti Bilbina saat memberikan paparan. as

Sidoarjo, Agar masyarakat bisa mendapatkan wawasan dan pengetahuan tentang perkembangan kependudukan dan keluarga berencana.  Serta untuk mengetahui tentang lembaga/organisasi yang menangani permasalahan dan perlindungan anak.

Anggota DPR RI Arzeti Bilbina, SE MAP dari Dapil 1 Jawa Timur (Sidoarjo-Surabaya) telah memberikan sosialisasi UU No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak terhadap 100 ibu-ibu anggota atau pengurus kelompok dan organisasi, yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan dan anak. Diantaranya Muslimat NU, Fatayat  NU, IPPNU, Kopri, Mahasiswi Univ Narotama Surabaya.

Anggota DPR RI KomisiVIII Arzeti Bilbina dalam sosialisasinya, tanggal 25 Juni 2016 lalu berharap kalau sosialisasi yang bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (Kemen PP dan PA) ini mampu menambah pemahaman terkait adanya undang-undang perlindungan anak. Sehingga di lingkungan masyarakat bisa terhindar dari menjadi pelaku dan korban dari kasus-kasus anak.

Menurutnya, anak adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia, dan keberlangsungan sebuah bangsa dan negara. Karena kelak akan mampu bertanggungjawab dalam keberlangsungan bangsa dan Negara. “Makanya, setiap anak perlu mendapat perlindungan dan kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh, dan berkembang secara optimal baik fisik, mental, maupun social,” jelas Arzeti Bilbina.

Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya perlindungan untuk mewujudkan kesejahteraan anak, dengan memberikan jaminan terhadap pemenuhan hak-haknya tanpa adanya perlakuan diskriminatif. Perlindungan yang diberikan negara terhadap anak-anak, meliputi berbagai aspek kehidupan, yaitu aspek ekonomi, sosial budaya, politik, hankam maupun  aspek hukum.

Orientasi utama dari perlindungan hukum yang diberikan Negara dan Pemerintah tentunya bermuara pada kesejahteran anak. “Oleh Karena itu tanggung jawab negara dalam rangka penyelenggaraan perlindungan anak diwujudkan dengan menyediakan fasilitas dan aksebilitas bagi anak, demi terjaminnya pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal dan terarah,” pungkas politisi PKB ini saat memaparkan kepada warga di Universitas Narotama, Surabaya. as

Komentar