Blangko KTP Langka Dispenduk Capil Sidoarjo Lakukan Operasi Yustisi

Petugas mengecek KTP warga yang terkena Operasi Yustisi. as

Sidoarjo Pos-Kondisi blangko untuk mengurus kepemilikan KTP di beberapa kecamatan masih langka. Namun, sangat disangkan oleh masyarakat, mengapa Dispenduk Capil Kabupaten Sidoarjo melakukan Operasi Yustisi kepada warga yang tidak mempunyai  KTP.

            Pelaksanaan Operasi Yustisi dilakukan oleh puluhan petugas gabungan dari Satpol PP Pemkab Sidoarjo, TNI, Polri, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinpenduk Capil), di Jalan Pahlawan Sidoarjo, Kamis (25/08/2016), kepada setiap pengendara yang melintas diperiksa kartu identitasnya. Bagi yang tidak membawa KTP, pengendara langsung diminta menjalani sidang ditempat dan membayar denda maksimal Rp 50 ribu.

            Kabid Penyuluhan dan Pengaduan Dispendukcapil Sidoarjo, Oscar Basong mengatakan, operasi Yustisi digelar untuk memeriksa warga yang kedapatan tidak membawa kartu identitas. Selain itu, bagi warga yang diketahui memiliki KTP ganda, petugas akan langsung menarik salah satunya. “Ini pemeriksaan bagi mereka yang tidak membawa KTP,” tegasnya.

            Ia pun mengakui soal kesulitan blangko. Menurutnya soal blangko adalah keputusan dari pusat. Oscar juga menjelaskan, dari temuan yang ada, rata-rata warga mengaku lupa membawa KTP. Beberapa diantaranya juga banyak mengaku masih memproses KTP terbarunya. Namun, ketika ditanya bukti pengurusan KTP tersebut, warga yang bersangkutan tidak bisa menunjukkannya. “Kalau alasannya masih dalam proses, harus menunjukkan surat keterangan KTP sementara yang dikeluarkan oleh camat, ” tandasnya.

            Sementara, Sukma Andriana, mahasiswa yang saat itu juga terjaring operasi Yustisi mengaku sebenarnya dia sudah mengurus KTP sejak 3 minggu lalu. Namun, hingga kini juga belum ada kejelasan. Zainal Abidin warga Buduran Sidoarjo juga mengaku sudah mengurus, namun dijanjikan selama tiga bulan baru selesai. as

Komentar