BNN Sidoarjo Pahamkan TAT Dengan Jajaran Kepolisian Dalam Penanganan Narkoba

Kabid BNNP Jatim ketika memberikan paparan TAT di kepada petugas Kepolisian Sidoarjo. as

Sidoarjo Pos-Untuk mewujudkan koordinasi dan kerjasama secara optimal dalam penyelesaian permasalahan Narkotika. BNN Kabupaten Sidoarjo melakukan rapat kerja dengan tim koordinasi tingkat daerah, untuk memberikan pemahaman pelaksanaan TAT (Tim Asesmen Terpadu) proses hukum dalam rangka mendukung program rehabilitasi bersama jajaran Polres Sidoarjo.

            Kepala Sie Rehabilitasi BNN Kabupaten Sidoarjo Abdul Mukhlis, SH menjelaskan kalau kegiatan ini untuk mempermudah koordinasi, utamanya dalam pemahaman penerapan  TAT yang selama ini kurang maksimal. Kegiatan ini dalam rangka menurunkan jumlah pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika. “Yakni melalui program pengobatan, perawatan, dan pemulihan atau rehabilitasi,” jelas Abdul Mukhlis ditemui usai rapat kerja, Rabu(28/9/2016) di ruang pertemuan Kantor BNNK Sidoarjo.

            Dalam rapat kerja tersebut pihaknya telah mengundang, Kasat Narkoba Polres Sidoarjo AKP Redik Tribawanto serta para Kanit Narkoba Polsek Krian, Polsek Taman, Polsek Tanggulangin, Polsek Porong, Polsek Candi dan Polsek Waru, serta pihak BNNK Sidoarjo, dengan menghadirkan narasumber Kabid Rehabilitasi BNN Provinsi Jawa Timur AKBP  Firmansyah SH.

            Kabib Rehabilitasi BNNP Jatim Firmansyah menjelaskan kalau TAT menjadi pedoman teknis dalam penanganan pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika,  sebagai tersangka, terdakwa atau narapidana untuk menjalani Rehabilitasi medis atau rehabilitasi sosial. Selain itu juga agar terlaksanaannya proses rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial di tingkat penyidikan, penuntutan, persidangan dan pemidanaaan secara sinergis dan terpadu.

            Jadi pada intinya, tujuan asismen adalah untuk mengetahui sejauh mana tingkat kecanduan dan peran penyalahguna dalam tindak pidana narkoba. TAT ini adalah tim yang terdiri dari tim dokter dan tim hukum yang ditetapkan oleh pimpinan satuan kerja setempat berdasarkan Surat Keputusan Ka BNN, Ka BNNP, Ka BNN Kota/Kabupaten. “Tugasnya adalah analisis terhadap seseorang yang ditangkap/tertangkap tangan dalam kaitan peredaran gelap narkotika dan penyalahgunaan narkoba. “Serta merekomendasi rencana terapi dan rehabilitasi seseorang, sebelum berkas mencapai P21 (sempurna),” tegas Firmansyah.

            Untuk target atau jumlah TAT tahun 2016 untuk BNN Kabupaten/Kota Surabaya yang mencapai 154 asesmen. Padahal untuk BNN kabupaten/kota ditarget sebanyak 20 asesmen. “Untuk BNN Kabupaten Sidoarjo mencapai 13 asesmen, dari target 20 asesmen. Saya kira akan tercapai dari target, kurang sedikit, masih ada waktu,” ujar Firmasyah. as

Komentar