BNNK Sidoarjo dan PC GP Ansor Sidoarjo Lakukan MoU Bersama Sosialisasikan P4GN

Prosesi penyerahan berkas MoU BNNK dan PC GP Ansor Sidoarjo. as

Sidoarjo Pos-Kondisi peredaran narkoba yang ada di wilayah Sidoarjo disinyalir juga sudah mengkawatirkan. Agar kondisinya tidak berlarut-larut, pihak BNN Kabupaten Sidoarjo dan PC GP Ansor Sidoarjo melakukan MoU dalam mensosialisasikan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, Peredaran Gelap Narkoba).

            Prosesi MoU telah dilakukan di Pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo, pada(28/7/2017), dihadiri langsung oleh Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo AKBP Supriyanto dan Ketua PC GP Ansor Sidoarjo Riza Ali Faizin bersamaan dengan pelantikan 22 anggota Bannar (Badan Ansor Anti Narkoba).

            Selain H. Ali Masykuri sebagai kepala Bannar Sidoarjo, pelantikan disaksikan juga oleh Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH M.Hum, Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin SH, Ketua DPRD Sidoarjo H. Sullamul Hadi Nurmawan, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji, Dandim 0816 Sidoarjo Letkol. Inf. Fadli Mulyono.

            Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo AKBP Supriyanto mengatakan keberadaan Bannar Sidoarjo akan sangat membantu tugasnya dalam mencegah bahaya penyalagunaan narkoba. Karena  kondisi peredaraan gelap narkoba saat ini sangat memprihatinkan. Bisa terlihat dari penghuni Lapas yang sudah mencapai sekitar  70% mayoritas kasus narkoba. “Makanya, Bannar Sidoarjo dapat berjalan bersama dengan BNN Kabupaten Sidoarjo untuk memberantas peredaran gelap narkoba,” katanya.

            Ketua PC GP Ansor Sidoarjo Riza Ali Faizin juga mengatakan Bannar dibentuk untuk menyikapi kondisi kasus penyalagunaan narkoba. Peredarannya tidak hanya merambah kalangan pemuda, tapi pelajar SD pun sudah menjadi incaran. Oleh karena itu kami bekerjasama dengan BNN Kabupaten Sidoarjo untuk mensosialisasikan P4GN. “Mudah-mudahan setelah MoU dengan BNN Sidoarjo, Bannar Sidoarjo langsung bergerak untuk mensosialisasikan P4GN,” katanya.

         Sementara itu Bupati Sidoarjo Saiful Ilah juga mengatakan kalau kejahatan narkoba saat ini sungguh sangat memprihatinkan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus berupaya mencegah dan memberantas penyalagunaan dan peredaran gelap narkoba. Sampai bulan Juli tahun 2017 ini, ada 350 orang yang tersandung kasus narkoba di Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan pemakai narkoba yang mendapatkan rehabilitasi sebanyak 79 orang.

           Bupati Saiful Ilah juga menghimbau kepada semua pihak diharapkan bersama-sama memerangi bahaya narkoba. Ia juga meminta kepada masyarakat untuk mencari solusi bagi korban penyalagunaan Narkoba. “Pemkab Sidoarjo telah menunjuk Klinik Cendekia Husada sebagai tempat rehabilitasi, dab Yayasan Ekuitas Setara sebagai tempat rehabilitasi sosial korban narkoba,” jelas Saiful Ilah. as

Komentar