BNNK Sidoarjo Kampanye ‘Stop Narkoba’ di 6 Kecamatan Rawan Narkoba

Kasat Narkoba Polresta Sugeng Poerwanto memberikan penjelasan. as

Sidoarjo Pos-Ancaman terhadap bahaya narkoba terus menghantui para generasi penerus bangsa. Melihat kondisi tersebut, BNN Kabupaten Sidoarjo mengundang perwakilan 6 kecamatan yang ada di wilayah Sidoarjo untuk melakukan Rakor (Rapat Koordinasi) dan Raker (Rapat Kerja) untuk kawasan yang rawan terhadap  penyalahgunaan narkoba tersebut.

            Keenam kecamatan tersebut, diantaranya Kecamatan Candi, Kecamatan Tanggulangin, Kecamatan Krembung, Kecamatan Tulangan, Kecamatan Jabon dan Kecamatan Porong dengan 30 orang peserta. Juga ada perwakilan dari Polsek, Puskesmas serta Koramil.

            Kegiatan yang diadakan BNN Kabupaten Sidoarjo dalam rangka kampanye P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), pada(5/12/2016). BNN Kabupaten Sidoarjo menghadirkan narasumber Kasi P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat) Eddy Waluyo.

            Menurut Eddy Waluyo kalau di Sidoarjo belum ada tempat rehab yang komprehensif dan terintegrasi seperti di Bogor, Makassar, Batam dan Samarinda. Karena sarana lahan dan prasarana yang lainnya sangat sulit didapat. Selama ini  rehab di Sidoarjo yang ada hanya rawat jalan dan wajib lapor di Klinik Cendekia Husada di Lingkar Timur dan Klinik Prima Medika di Tulangan dan Gedangan. “Selama tahun 2015 ada sekitar 300 orang yang melakukan rawat jalan dan wajib lapor di klinik tersebut,” jelas Eddi Waluyo saat menjawab pertanyaan peserta Rakor dan Raker di Edotel Sidoarjo. as

Komentar