Dampak Zonasi Sekolah Swasta Diserbu Takut Over Load

Sidoarjo Pos- Penerapan program zonasi dalam PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) 2019 bagi sekolah tingkat SMP Negeri dan SMA Negeri, mengakibatkan siswa-siswa yang pandai dan berprestasi terpental. Mereka tidak bisa masuk kedalam sekolah sekolah negeri tersebut, sehingga dampaknya sekolah SMP/SMA Swasta kebanjiran siswa, bahkan takut terjadi over load, langsung pendaftarannya ditutup.

Kondisi tersebut terpantau di beberapa sekolah, diantaranya SMA Antartika Buduran Sidoarjo.  Kepala SMA Antartika Buduran Sidoarjo Sukarno mengaku hari ini (19/6/2019) langsung menutup pendaftaran. Takut kalau formulir terjual terus, kasihan kepada wali murid. Mereka terlanjur membeli formulir, padahal pagu sebanyak 13 Rombel sudah terpenuhi. “Jadi saya harus menutup pendaftaran hari ini, biar formulir tidak terjual terus,” jelas Sukarno di sela-sela memantau jalannya pendaftaran.

Makanya tadi pagi saya himbau kepada para wali murid yang sudah daftar/mengambil formulir supaya langsung melakukan daftar ulang. Kalau hatinya sudah mantab pada pilihannya di sini,  jangan ditunda lagi, kasihan, karena yang mendaftar sudah banyak sekali sejak kamarin, sudah ratusan orang  yang mengambil formulir dan daftar ulang. “Hari ini tepatnya pukul 11.30 wib pendaftaran kami tutup,” tegas Sukarno.

Sementara itu di tingkat SMP Swasta yang juga dirasakan dampaknya, seperti di SMP PGRI 1 Buduran, terjadi peminatnya cukup banyak. Mereka masih banyak yang bimbang terhadap perapan sistem zonasi ini. “Tahun ini kami menerima sebanyak 11 Rombel, dan  hingga hari sudah terisi sekitar 80 persen. Padahal pendaftaran juga masih ada waktu beberpa hari lagi. Akibat zonasi, ada siswa dari wilayah Sukodono yang cukup jauh juga mendaftar di sini,” jelas Kepala SMP PGRI 1 Buduran Indrajayanti Ratnaningsih.

Tidak jauh beda juga dialami SMP Sepuluh Nopember Sidoarjo, hingga hari ini pagu kami sudah terisi sekitar 80 persen, dari pagu kami 10 Rombel. “Pendaftaran ini sewaktu-waktu bisa kami tutup secara mendadak, bilamana pagu sudah terpenuhi,” tegas Kepala SMP Sepuluh Nopember Sidoarjo Luluk Nuryanti, M.Pd.

Ia katakan, banyak sekali orangtua kecewa, karena anaknya teladan, dan prestasi tersebut tidak diakomodir di sekolah negeri, karena rumahnya jauh dari sekolah yang diharapkan. “Jadi kami banyak menerima orangtua yang merasa kecewa. Oleh karena itu, setiap pendaftar kita beri motivasi, walaupun kita swasta tetap melakukan yang terbaik untuk anak-anak,” katanya.

Sementara itu kondisi di SMP Islam Terpadu Insan Kamil Sekardangan Sidoarjo, justru dalam penerimaan PPDB 2019 sudah tutup sejak awal Maret 2019. Ini bukti kalau ternyata masih banyak orangtua yang langsung memilihkan sekolah untuk anaknya tidak harus di sekolah negeri. “Makanya kami sangat bersyukur sekali, pagu yang kita targetkan sudah terpenuhi, dan tidak terganggu oleh program zonasi,” jelas Kepala SMP IT Inka Sekardangan Ani Qothul Uhbah. as

Komentar