Desa Wunut dan Candi Pari Kec Porong Sidoarjo Jadi Pilot Project Desa Wisata

Suasana pembentuk desa wisata di Sanggar Seni Rupa Desa Wunut Kec Porong, Sidoarjo . as

Sidoarjo Pos-Upaya meningkatkan promosi kepariwisataan di wilayah Kabupaten Sidoarjo, baik masyarakat dalam negeri maupun mancanegara. Para pelaku usaha wisata, budayawan, seniman dan pemerintah setempat telah sepakat membentuk dewa wisata. Sebagai pilot project adalah Desa Wunut dan Desa Candi Pari, Kecamatan Porong, Sidoarjo.

            Prosesi pembentukan yang telah dilakukan di Sanggar Seni Rupa, Rumah Budaya dan Sejarah Desa Wunut, Kec. Porong, Sidoarjo telah dihadiri oleh Bappeda Sidoarjo, Disporapar Sidoarjo, pengurus BPPD (Badan Promosi Pariwisata Daerah) Sidoarjo, APPWS (Asosiasi Perjalanan Pengusaha Wisata Sidoarjo), Come And Visit Sidoarjo, Suara Masyarakat Sidoarjo serta Ketua Asidewi (Asosiasi Desa Wisata Indonesia).

            Ketua BPPD Sidoarjo Supomo mengatakan pembentukan ‘Desa Wisata’ ini bertujuan untuk meningkatkan kebudayaan, sosial, ekonomi dan relegiusitas masyarakat Sidoarjo. Makanya, kami telah sepakat akan mengembangkan lebih luas kepariwisataan Sidoarjo, yang sesuai dengan jenis dan potensi wisata wilayah yang ada. Juga menggali potensi wisata yang akan dikembangkan lebih lanjut, agar bisa bersaing dengan daerah yang lain. “Utamanya Jawa Timur, nasional maupun internasional,” katanya.

            Ia mengaku kalau sebenarnya pembahasan kesepakatan bersama ini telah dilakukan pada tanggal 17 Juli 2018 lalu, di sanggar, juga rumah budayawan Sukarno. Sebelumnya kami juga sudah melakukan  survey ke makam Dewi Sekardadu. Beberapa UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) juga bisa menerima konsep pariwisata tersebut, yaitu menjual proses dari produksi mereka menjadi suatu edukasi, sehingga tamu tertarik pada prosesnya dan otomatis membelinya. “Dalam pertemuan kesepakatan kemarin, juga telah dihadiri Ketua Asidewi Indonesia, Pak Andi, pembuat kampong coklat dan kampong melon,” jelas Supomo, (19/7/2018) tadi pagi.

            Jadi embrio-embrio desa wisata sudah terlihat, makanya kami juga minta support dari dinas budaya dan pariwisata Sidoarjo maupun Propinsi, diantaranya dengan membuka stan pameran di MTF (Majapahit Trafel Fair). “Rekan-rekan juga sudah mulai membranding embrio desa wisata di wilayah masing-masing,” ujar Supomo yang juga sebagai Ketua APPWS. as

Komentar