Di Tengah-tengah Upacara HUT Kemerdekaan RI Ada Laporan Warga Bawa Narkoba

Ketiga 'Srikandi' dengan kidmat melaksanakan pengibaran bendera.as

Sidoarjo Pos – Inovasi dan kreativitas masyarakat dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 71 tahun 2016, patut mendapatkan apresiasi. Mereka ternyata sangat melestarikan kebudayaan. Seperti yang dilakukan warga RT 7/RW 3 Desa Kemiri, Kecamatan Kota Sidoarjo yang masih sangat peduli dengan kebudayaan.

Dalam upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI, seluruh petugas upacara dan pesertanya dilakukan oleh warga yang berpaian dan berperilaku wayang orang. Petugas Inspektur Upacara (Irup) diperankan oleh Cangik, Komandan Upacara diperankan oleh Limbuk, pengibar bendera dilakukan oleh tiga Srikandi. Sedangkan pembacaan UUD 45, Pancasila dan Teks Proklamasi juga diperankan oleh para emban. Selain itu juga ada petugas pengawalan oleh Hanoman dan Cakil.

Ada yang menarik dalam proses upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke 71,  salah satu warga yang bernama Slamet nyelonong melapor kepada Irup, bahwa ada warga bernama ‘Veri Budimen’ telah membawa berbagai jenis narkoba dalam satu gerobak. Dengan tegas dan cepat Irup langsung memerintahkan petugas keamanan untuk menangkap pembawa narkoba tersebut, dan benar, petugas telah menangkap ‘veri budimen’ bersama komplotannya yang membawa berbagaimacam narkoba, yakni sabu-sabu, ganja dan obat terlarang lainnya. Setelah berhasil mengamankan pelaku dan barang bukti, upacara dilanjutkan kembali hingga selesai.

Usai mengawal jalannya upacara, Suyitno Sang Sutradara juga tokoh masyarakat setempat mengatakan, kalau upacara seperti ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap budaya. “Kami sangat menjunjung tinggi dan melestarikan kebudayaan. Karena ini sebagai wujud implementasi dari Bhineka Tunggal Ika, ya seperti ini. Kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi,” kata Suyitno.

Sementara itu menanggapi adanya atraksi nyelonong yang tidak biasa di tengah-tengah upacara, menurutnya kalau kondisi narkoba di Indonesia ini sudah mewabah, sudah ‘pageblug’. Bukan saja masyarakat biasa yang diserang, tetapi anak-anak usia produktif, yaitu remaja dan pelajar, bahkan sampai pejabat dan aparatnya juga sudah banyak yang menggunakan narkoba tersebut.

Oleh karena itu kami mengajak masyarakat yang ada di lingkungannya untuk memerangi adanya penyalahgunaan narkoba itu. Kalau bisa pelakunya dihukum berat sampai hukuman mati bila perlu. “Ada tiga kejahatan yang perlu diberantas secara serius, yakni narkoba, korupsi dan teroris. Bila terbukti, hukum mati saja pelakunya,” tegas Pak Yit sapaan akrabnya. as

Komentar