Dianggap Tidak Memiliki Izin, Perpani Jatim Bubarkan Klub Panahan Ilegal

Sempat terjadi bersitegang petinggi Perpani Jatim dan INA SP. as

Sidoarjo Pos-Menjelang hari peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke 33 di Sidoarjo, Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Jatim membubarkan paksa club panah yang dianggap ilegal, tanpa memiliki izin resmi menggelar latihan sertifikasi kemahiran memanah di Sidoarjo.

      Pasalnya klub (INA-SP) Indonesia Archery School Program tidak terdaftar di pembukaan Haornas di Gor Delta Sidoarjo, hari ini(9/9/2016).

     Pembubaran paksa ini dilakukan oleh Ketua Perpani Jatim, Denny Trisyanto, bersama anggotanya langsung menuju lokasi tempat latihan salah satu klub INA-SP yang digelar di lapangan futsal Bluru Kidul Sidoarjo. Denny langsung menanyakan terkait izin kegiatan latihan sertifikasi kemahiran memanah yang di ikuti puluhan atlet yang tergabung dari klub INA-SP tersebut.

          Mendapat pertanyaan tersebut, pihak klub INA-SP tidak bisa menunjukkan surat resmi izin dari Perpani Jatim  dan Perpani Cabang Sidoarjo maupun PB Perpani. Mengetahui hal tersebut, Denny meminta agar klub INA-SP membubarkan diri karena kegiatan ini dianggap illegal.

            Pembubaran ini juga sempat di warnai adu mulut antara pengurus Perpani Jatim dan klub INA-SP yang domandani oleh Defrizal Siregar, S.Or. Pihak  Perpani Jatim juga penunjukkan surat AD/ART, peraturan bahwa kegiatan memanah harus izin sepengetahuan Perpani Jatim atau di Perpani Cabang.

       Setelah diberi arahan dari Ketua Perpani Jatim, klub panahan INA-SP langsung menghentikan program latihannya. Ketua klub panah INA-SP, Defrizal Siregar mengatakan terkait dana dan akomidasi atlet, klub akan mengembalikan penuh ke peserta latihan memanah. “Kami berharap bisa dilanjutkan dalam kegiatan yang lain. Kami pun tidak ada niatan apa-apa hanya menjalankan progam  berlatih,” katanya.

            Sementara itu Denny Trisyanto juga mengaku kecewa karena tim Menpora tidak menggunakan anggota Perpani. “Seharusnya menggunakan anggota Perpani. Menpora justru menggunakan anggota klub lain dan itu dilegalkan. Dari Menpora sendiri tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Tahu-tahu ada kegiatan ini. Kami akan membuat laporan ke PP Perpani, ” ujar Denny Trisyanto. as

Komentar