Dinas Perikanan Sidoarjo Serahkan Klaim Asuransi Nelayan Rp 320 Juta

Samsul Huda usai menerima klaim asuransi dari Dinas Perikanan Sidoarjo. as

Sidoarjo Pos-Dua nelayan Sidoarjo yang meninggal secara alami, artinya meninggal bukan karena kecelakaan telah mendapatkan klaim asuransi senilai Rp 320 juta, atau masing-masing Rp 160 juta. Jika meninggal karena kecelakaan kerja di laut mereka mendapatkan klaim asuransi nelayan senilai 200 juta.

            Sementara untuk nelayan yang mengalami sakit mendapatkan biaya pengobatan dengan nilai maksimal sebesar Rp 20 juta. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Bidang Perikanan Tangkap Ir. Tarina Handaningrum yang mewakili Kepala Dinas Perikanan Ir. Mohammad Soleh usai menyerahkan klaim asuransi nelayan, Rabu(19/4) di Balai Desa Banjakemuning Kec Sedati, Sidoarjo.

       Menurutnya, hari ini Pemkab Sidoarjo melalui Dinas  Perikanan telah menyerahkan klaim asuransi nelayan kepada Samsul Huda (37) warga Jl. Udang RT 4/RW 2 Desa Banjar Kemuning, Sedati yang telah mengalami kecelakaan di laut bebera hari yang lalu. “Jadi hanya membutuhkan biaya pengobatannya saja, dan langsung bisa diklaimkan. Tapi untuk pencairannya sesuai proses,” katanya.

           Penyerahan klaim asuransi nelayan untuk pengobatan juga telah dilakukan kepada Sudarwan(36) warga Jl. AMD RT 10/RW 2 Desa Tambak Oso Kec Waru, dan Moch. Basuni(59) warga Pepe Tani Tambak RT 07/RW 4 Desa Pepe Kec Sedati Sidoarjo. Sedangkan penyerahkan klaim asuransi kepada dua nelayan yang telah meninggal juga sudah kami berikan kepada, Nasri(59) warga Jl. AMD RT 10/RW 2 Desa Tambak Oso Kec Waru dan Kasmari(60) warga Dusun Gisik Cemandi RT 9/RW 3 Desa Gisik Cemandi Kec Sedati. “Untuk kedua nelayan yang meninggal masing-masing mendapatkan klaim senilai Rp 160 juta,” jelas Tarina Hadaningrum.

            Kepala Dinas  Perikanan, Ir.  Mohammad Sholeh menuturkan kalau bantuan premi asuransi perikanan tersebut bertujuan untuk mengalihkan resiko yang dapat merugikan para nelayan kepada pihak-pihak yang lain, melalui mekanisme pertanggungan asuransi, juga perlindungan asuransi perikanan.

              Sedangkan manfaatnya banyak sekali, diantaranya para nelayan mendapat jaminan dari timbulnya resiko kerja, yang nantinya akan memberikan ketentaraman dan kenyamanan. “Jadi nelayan yang mendapatkan bantuan ini saat melakukan aktivitas kegiatannya, jaminannya waktu kerja. Baik saat melaut maupun di darat saat beraktivitas pekerjaan yang berhubungan dengan nelayan,” katanya.

            Adapun sasarannya adalah, akan terlindunginya nelayan dengan memperoleh manfaat jika terjadi kecelakaan dan kematian. Juga untuk meningkatkan kesadaran nelayan melanjutkan mekanisme pertanggungan asuransi secara mandiri. Artinya, mereka mendapatkan program stimulan dari KKP (Kementerian Kelautuan dan Perikanan) tersebut hanya berlaku untuk tahun 2017 ini. “Nantinya di tahun 2018 dan seterusnya mereka bisa melanjutkan sendiri, dan preminya juga harus ditanggung oleh nelayan itu sendiri,” jelasnya. as

Komentar