Dirumahkan 8 Bulan, Karyawan PT BPS Demo PLN Sidoarjo

Para karyawan PT BPS sedang melakukan aksinya di depan kantor PLN Sidoarjo. as

Sidoarjo Pos- Akibat aliran listrik perusahaan diputus, paguyuban Karyawan PT Bromo Panuluh Steel (BPS) menggelar aksi unjukrasa di kantor PT PLN (Persero) Kabupaten Sidoarjo. Parah buruh yang mewakili sekitar 400 pekerja pabrik, dikawasan Wringin Anom Gresik/ berbatasan dengan Kabupaten Sidoarjo tersebut menuntut agar pihak PLN Sidoarjo segera melakukan pemasangan kembali jaringan listrik ke perusahaan, yang diputus oleh pihak PLN Sidoarjo sejak September 2017.

         Akibat pemutusan aliran listrik secara sepihak oleh PLN Sidoarjo tersebut, terpaksa pihak pabrik merumahkan atau memecat sementara semua pegawainya Pemecatan itu karena pabrik tidak lagi beroperasi karena tidak ada aliran listriknya. “Kami meminta pihak PLN Sidoarjo menyambung kembali aliran listrik dipabrik tempat kami bekerja. Sejak listrik dicabut pada bulan September 2017 tak kurang 400 karyawan PT. BPS dirumahkan oleh pihak management, “ jelas Edi Supriantono koordinasi aksi dari paguyuban pekerja PT BPS, Senin (14/5/2018).

          Usai berorasi di halaman kantor PLN Sidoarjo, mereka para perwakilan telah diterima oleh pihak manajemen PLN. Namun, menurut Edi bahwa hasil peretemuan dengan pihak PT PLN Sidoarjo tidak ada hasil yang signifikan. Pihak managemen PLN Sidoarjo mengaku hanya pihak operator dan bukan pihak pembuat keputusan atau kebijakan.

        “Pihak PLN Sidoarjo sebenarnya kasian dan empati kepada kami, tapi PLN Sidoarjo tidak bisa berbuat apa-apa karena hanya sebagai operator saja. Terkait masalah keputusan atau kebijakan hanya bisa dilakukan oleh kantor PLN Jawa Timur.,” ungkap Edi setelah lakukan audiensi dengan pihak managemen PLN Sidoarjo.

            Alasan pemutusan masalah KWH Listrik yang ada digardu induk pabrik. Padahal gardu induk hanya bisa dibuka oleh pihak PLN, orang biasa atau orang awam tidak mungkin bisa membuka gardu induk karena tidak memiliki kunci. “Gardu induk itu yang bisa buka hanya pihak PLN. Lah pihak pabrik tempat kami bekerja dituduh terkait masalah KWH listrik yang ada dalam gardu induk tersebut. Setelah itu pihak PLN tiba-tiba memutus sepihak aliran listrik pabrik saat kami sedang bekerja,” katanya.

       Kami meminta jangan bebankan masalah ini ke kami (pekerja red), ada apa ini dengan PLN, jangan main-main kasian rakyat kecil menganggur seperti ini. “Kami akan lakukan loby dan perjuangkan nasib ke Pak Bupati Sidoarjo, Pengadilan dan Kejaksaan, supaya nasib para pekerja yang kebanyakan warga Sioarjo ini bisa kerja lagi. Apalagi habis ini puasa dan lebaran kami butuh pekerjaan, “tegasnya.

      Sementara itu, pihak PLN Sidoarjo belum bisa dimintai keterangan terkait masalah pemutusan aliran listrik di PT BPS yang bergerak di industri baja tersebut.as

Komentar