DPK Sidoarjo Bentuk Forum Pokmaswas Untuk Pemanfaatan dan Pengawasan SDPK

Suasana pembinaan Pokmawas Kabupaten Sidoarjo. as

Sidoarjo Pos-Untuk mewujudkan pemanfaatan SDPK (Sumber Daya Perikanan dan Kelautan) yang tertib dan bertanggungjawab, sangat diperlukan peran aktif masyarakat dalam pengawasan sumberdaya perikanan dan kelautan tersebut. Maka, Pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas) yang sudah ada harus bisa berkoordinasi dengan baik.

             Oleh karena itu, Dinas Perikanan dan Kelatuan (DPK) Kabupaten Sidoarjo, pada Jum at(16/9/2016) besok akan menyatukan para Pokmaswas yang ada di seluruh Sidoarjo, untuk dibentuk menjadi Forum Koordinasi Pokmaswas. “Jadi dalam pembentukan Forum Koordinasi Pokmaswas itu, nantinya akan diperlukan untuk program Rakorda oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur,” jelas Kepala DPK Sidoarjo Drs Moh Sholeh melalui Kepala Bidang Kelautan Ir Tarina Hadaningrum, Rabu (14/9/2016).

            Menurutnya, pelaksanaan Rakorda Pokmaswas nanti sekaligus membentuk Forum Koordinasi Pokmaswas se-Jawa Timur yang diagendakan pada awal tahun 2017. “Maka diharapkan Forum Koordinasi Pokmaswas kabupaten/kota sudah terbentuk diakhir tahun 2016 ini,” katanya.

        Lebih lanjut, Tarina Hadaningrum menjelaskan kalau acara besok itu akan dihadiri narasumber dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur, dengan peserta para perwakilan pengurus/anggota Pokmaswas se Kabupaten Sidoarjo dan para penyuluh perikanan Kabupaten Sidoarjo, sekitar sebanyak 40 orang.

          Adapun tujuannya adalah untuk mewujudkan pemanfaatan sumberdaya perikanan dan kelautan yang tertib dan bertanggungjawab. Makanya sangat diperlukan peran aktif masyarakat dalam pengawasannya. Sehingga diperlukan penguatan kelembagaan melalui pmbentukan Forum Koordinasi Pokmaswas, baik tingkat kabupaten/kota maupun provinsi yang dirasakan sangat strategis. “Semuanya itu  berguna untuk menjalin koordinasi dan komunikasi antar Pokmaswas dengan pembina Pokmaswas. Serta sudah tertuang dalam SK Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan,” pungkas Tarina Hadaningrum. as

Komentar