Guru Besar FEB UGM Mahfud Sholihin Beri Motivasi 106 Tahfidz Santri PPTQ Darul Fikri

Suasana wisuda 106 santri ditandai dengan penyerahan piagam tahfizd Al Qur'an. as

Sidoarjo Pos-Dalam rangkaian acara wisuda terhadap 106 tahfizd Al Qur an SMP IT (Islam Terpadu) Darul Fikri Sidoarjo, telah kejutkan dengan kedatangan Prof. Dr. H. Mahfud Sholihin, S.Ag, SE, M.Acc, Ph.D, Ak,CA pada Minggu (3/6/2018).

           Kehadiran Guru Besar FEB UGM (Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada) Yogyakarta ini tentu saja membuat suasana sangat berbeda, apalagi Mahfud Sholihin juga memberikan motivasi kepada seluruh santri PPTQ (Pondok Pesantren Tahfizd Qur’an)  Darul Fikri, bahwa jangan pernah minder menjadi santri. “Saya ini dulunya juga mondok selama 6 tahun,  kini saya menjadi Professor dan saya berharap ada santri alumni Darul Fikri yang bisa kuliah di FEB UGM. Baik melalui jalur tahfidz ataupun kuliah dimanapun, karena saya percaya anak Indonesia terutama penghafal Alquran tidak kalah dari siswa-siswa asal luar negeri,” ungkapnya.

          Kepala SMPIT Darul Fikri Sidoarjo, Ustadz Basuki Rahmat, S.Pd menuturkan untuk mempersiapkan konsep acara ini dibutuhkan sekurang-kurangnya waktu 6 bulan. Tahun ini, kami juga akan membuka ajaran baru program Global Leadership. Program inilah yang membuat berbangga hati Dinas Pendidikan dan Kemenag Sidoarjo, dalam menyambut program-program yang dimiliki Darul Fikri.

            Kegiatan ini mengusung tema Generasi Milenial Hafizh Alquran Penjaga NKRI, yang mana SMP IT  Darul Fikri Sidoarjo telah berhasil mewisuda angkatan ke-6 dengan 106 santri putra maupun putri. Sebanyak 14 santri diantaranya telah berhasil mencapai 30 juz hafalan Alquran. “Bahkan  ada dua santri peraih nilai terbaik, yakni Muhammad Rifqi Ramadhani dengan nilai 100 dalam mata pelajaran Matematika dan Adissya Elma Fitriyah dengan nilai UN 375,5,” tuturnya.

           Ustadz Shobikhul Qisom, M.Pd selaku Ketua PPTQ Darul Fikri juga menegaskan bahwa santri Darul Fikri ada dibelakang TNI untuk menjaga kesatuan NKRI. Ia juga  memberikan gambaran konsep pendidikan 5 C Darul Fikri, adalah  Commitment (komitmen dengan Allah SWT dan NKRI), Communication (mengembangkan public speaking),  Critical Thinking (berpikir kritis),  Creativity (setiap anak punya bakat untuk kreatif) dan Collaboration (bekerja sama) dan konsep ini orangtua wali santri telah mendapat manfaatnya.

        Dalam kesempatan tersebut juga ada penuturan sangat menyentuh untuk para wisudawan-wisudawati, bahkan seluruh undangan yang hadir yaitu ketika KH. Muhammad Siroj, S.Ag menuturkan, “Jika nanti Insya Allah kalian masuk surga nak, lihat sekelilingmu apa ada ustadz/ustdzah maupun orang tuamu. Cari mereka dan tarik tangan mereka. Sampaikanlah kepada Allah lewat syafa’at Alquran, agar beliau dapat masuk surga karena lewat perjuangan mereka, kalian menjadi hafizh Alquran,” tutur Muhammad Siroj selaku Pembina Yayasan PPTQ Darul Fikri.

          Sementara santri terbaik Muhammad Rifqi Ramadhani  mengaku kalau selama 3 tahun menempuh ilmu di Darul Fikri banyak pengalaman menarik yang di dapatkan. Awalnya tidak percaya diri dan tidak betah, tapi karena lingkungan dan pola pertemanannya membuat dirinya bersemangat untuk menghafal 30 juz Alquran. Ia juga bercita-cita untuk menjadi pakar IT agar bisa memberantas berita berita Hoaks.

             Berbeda dengan Adissya Elma Fitriyah, dia bercita-cita agar bisa diterima kuliah di Al Azhar Kairo dan nantinya menjadi Dosen. Yang dirasakan saat berada di SMPIT Darul Fikri itu banyak senangnya, banyak nangisnya, tapi saat merasa down selalu ada ayah, ibu dan ustadzah yang selalu menemani. “Ada sebuah pengalaman menarik ketika telah menghafal 30 Juz, teman-teman menyalami dan memeluk haru,” ungkapnya. as

Komentar