Guru dan Siswa SMK SEPULUH NOPEMBER Kolaborasi Tampilkan Drama Kolosal Proklamasi Kemerdekaan RI

Tampak 'Bung Karno' dengan penuh semangat membangkit masyarakat merebut kemerdekaan. as

Sidoarjo Pos-Ada pemandangan baru para siswa dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73. Biasanya mereka dalam melakukan upacara menggunakan seragam resmi, abu-abu putih untuk anak SMK/SMA dan biru putih untuk anak SMP.

Tetapi apa yang dilakukan guru dan siswa SMK dan SMP SEPULUH NOPEMBER Sidoarjo pada (17/8/2018) tadi pagi sangat berbeda. Baik guru maupun para siswa mereka menggunakan kostum para pejuang. Aksesoris dan atribut perjuangan nampak sangat terlihat sekali. Namun yang lebih menarik lagi, usai upacara HUT Kemerdekaan RI ke 73, mereka menggelar teatrikal, menampilkan Drama Kolosal perjuangan merebut kemerdekaan.

Dalam teatrikal yang digambarkan dalam durasi 15 menit di halaman sekolah  kawasan Jalan Siwalanpanji Buduran, Sidoarjo, diawali dengan proses penculikan Bung Karno hingga perundingan persiapan kemerdekaan. Orasi-orasi Bung Karno yang diperankan oleh seorang guru SMK SEPLUH NOPEMBER, Syaiful Tulus Jatmika sangat memukau ‘masyarakat.’ Sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama, masyarakat pun berkumpul, siap membela tanah air. Perjuangan  berhasil meraih kemerdekaan,  mereka bersamai-ramai langsung mengibarkan Sang Saka Merah Putih dengan penuh suka cita.

Usai menikmati pertunjukkan Drama Kolosal perjuangan merebut Kemerdengaan RI, Kepala SMK SEPULUH NOPEMBER  Ratih Wulansari, S.Si., M.MPd menutur dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI dilakukan dengan cara yang berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Setidaknya harapan kami, anak-anak tahu bahwa dalam memperebutkan kemerdekaan RI, mempersiapkan proklamasi itu tidak semudah yang kita bayangkan. “Ternyata ada penculikan dan sebagainya, semoga kisah yang digambarkan kolaborasi antara guru dan siswa ini melakat dibenak anak-anak,” tutur Ratih Wulansari.

Pemeran Bung Karno, Syaiful Tulus Jatmika mengaku sangat bangga, apakah saya bisa memerankan seorang proklamator. Tetapi teman-teman mendukung dan percaya, akhirnya belajar bersama. Walaupun belum punyak basic teater tetapi ada semangat untuk belajar, dan saya cukup bangga dengan diri sendiri dan teman-teman bapak/ibu guru yang ikut tergabung. “Saat membacakan teks proklamator bergemuruh dalam hati, terasa sangat benar-benar merasakan perjuangan,” ungkapnya.

Afrian Aris Sandi sang sutradara juga mengatakan, selain Bung Karno dalam teatrikal tersebut juga terdapat peran tokoh-tokoh terkenal dalam berjuan merebut kemerdekana, yakni ada Sutan Sahrir, Bung Hatta, Soebarjo, Wikana serta tokoh-tokoh muda yang lainnya. as

Komentar