Gus Mus Mengajak Warga Manfaatkan ‘Open House’ Alloh Minimal Lima Kali Sehari

Gus Mus saat tausiyah di masjid Al Ikhlas Bluru Sidoarjo. as

Sidoarjo Pos-Suasana pengajian Isro’ Mi’roj yang diadakan oleh Ta’mir Masjid Al Ikhlas Perum Bluru Permai Sidoarjo, dengan menghadirkan KH. Achmad Mustofa Bisri atau yang lebih dikenal dengan ‘Gus Mus’, pada Sabtu(30/4/2017) malam sangat sejuk. Salah satunya mangajak warga untuk mengunjungi ‘open house’ Alloh minimal 5 kali sehari.

            Ribuan pengunjung menikmati dengan khusu’ tausiyah Gus Mus yang penuh dengan petuah-petuah yang sangat menyejukkan. Kepiawaian Gus Mus dalam menyampaikan materi Isro’ Mi’roj sangat mudah dimengerti dan dipahami oleh para pengunjung yang memadati halaman masjid hingga sampai kejalan-jalan.

            Materi Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW dituturkan dengan sangat mendalam, namun mudah dipahami oleh pengunjung. Ketika kalian shalat, menyebut ‘Allohu Akbar’, apa yang ada benak kalian. Kalau Alloh Maha Besar, seberapa besarnya ? Kalian apa bisa menggambarkan betapa besarnya Alloh. “Tidak akan bisa,” itulah penuturan-penuturan Gus Mus yang membuat hadirin terkesima, sunyi merenungi kondisi dirinya masing-masing.

            Kondisi manusia itu terletak sangat kecil sekali di dalam partikel bumi kalau dibandingkan dengan planet-planet ciptaan Alloh yang lain. Bahkan bumi itu besarnya bagaikan debu, yang di dalamnya ada alam semesta, termasuk manusia ini. “Jadi manusia itu sangat kecil sekali. Makanya saya heran, kok masih ada manusia yang sombong,” tutur pengasuh Ponpes Roudlotul Tholibin Rembang Jawa Tengah ini.

            Gus Mus juga mengkisahkan waktu muda, Ia ingin menemui ‘mahluk’ yang namanya mentri. Karena waktu itu juga belum ada televisi, dengan menabung uang secukupnya, berangkatlah ke Jakarta, yang dituju adalah Menteri Agama, karena agama pasti paham tentang Silaturrachmi.

          Namun apa yang dibayangkan tidak sesuai dengan kenyataan, begitu kerumah menteri yang dimaksud, Gus Mus muda ini ditolak oleh pembantunya dan disuruh ke kantornya. Begitu di kantornya juga tidak begitu juga. Disuruh mengisi formulir, lengkap daftar nama, alama, pekerjaan hingga keperluan. Walaupun sudah mengisi formulir seperti itu, mulai hari pertama, kedua dan ketiga masih ditolak oleh penjaganya. Tanpa putus asa, hal itu dilakukan sampai satu bulan baru bisa diterima.

          Dilain waktu, Gus Mus juga bercerita kalau pernah ketemu Presiden Soeharto, betapa hebatnya waktu itu. Jadi setiap orang yang ketemu saya, atau bertamu kerumah, saya ceritakan terus kalau saya pernah ketemu Presiden Soeharto selama dua minggu. Itulah perasaan kalau ketemu orang hebat, pingin ketemu mentri dilakoni selama satu bulan, ketemu presiden diceritakan ke orang lain selama dua minggu.

       Kalau pejabat membuat acara ‘open hause’ hanya setahun sekali, itupun waktu lebaran.Tapi mengapa kemuliaan dan kemuruhaan Alloh ini tidak banyak orang yang memanfaatkan. Alloh telah memberikan waktu ‘open house’ sehari lima kali, yakni shalat wajib, lain waktu juga masih bisa ditambahkan shalat dhuha. “Apalagi shalat malam yang sangat baik sekali dilakukan, kenapa open house seperti itu jarang dilakukan. Jika orang shalatnya merasuk kedalam jiwa, kehidupan ini tidak ada munkar,” terang Gus Mus menutup tausiyahnya. as

Komentar