Gus Shaikul Islam: Banyak Orang Lupa Pancasila Dengan Bhineka Tungga Ikanya

Gus Syaikhul Islam saat memaparkan tentang 4 Pilar Kebangsaan. as

Sidoarjo Pos-Kondisi jaman yang serba modern, serba elektronik dengan Gadget yang canggih ternyata banyak membuat orang terlena. Mereka lupa dengan Pancasila dengan Bhineka Tunggal Ikanya, lupa NKRI bahkan lupa UUD 45.

            Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI H. Syaikhul Islam dalam sosialisasi ‘Pancasila, NKRI, UUD NRI Tahun 1945 dan Bhineka Tunggal Ika’ di Pondok Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo.

          Menurut Gus Syaikhul, sosialisasi 4 pilar ini untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat. Karena momentum global cenderung ada gerakan yang bertujuan ingin menggangu ideologi berbangsa dan negara. Khusus untuk Indonesia, diakui atau tidak, sejak reformasi ada penurunan terhadap kesadaran berbangsa dan bernegara.“Orang mulai lupa pancasila, mulai tidak perduli dengan Bhineka Tunggal Ika dan mungkin juga ada yang tidak mengetahui UUD 1945,” kata pria yang juga anggota FKB MPR RI itu.

            Dengan adanya pembentukan unit kerja presiden terkait dengan Pancasila. Pihaknya sangat mengapresiasi. Namun, pembentukan itu bisa dikatakan agak terlambat. Karena yang di MPR dengan segala keterbatasan selalu konsisten melakukan sosilaisasi 4 pilar. “Kalau bicara jujur agak terlambat. Karena MPR dengan keterbatasannya saja masih konsisten menjaga 4 pilar. Namun, kita tetap memberikan dukungan dan melihat segi positifnya saja. Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali,” ujarnya.

         Ia menegaskan, dalam Al-Qur’an, banyak ayat yang sesuai dengan isi 4 pilar, termasuk 5 sila di dalam Pancasila, mulai ke-Tuhanan hingga keadilan. Jangan sampai ideologi negara tersebut diganti. Asas Pancasila maupun Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 serta NKRI sudah sesuai dengan sejumlah ayat di dalam Al Qur’an. “Hasilnya, keempat pilar itu juga berdasarkan dukungan para kyai dan alim ulama,” tegas Ketua bidang  politik dan pemerintahan GP Ansor pusat ini. as

Komentar