Harpi Melati Minta Pemerintah Ikut Mempromosikan Budaya Pengantin Jenggolo

Ketua Harpi Melati Sidoarjo Nasucha saat meninjau lomba Budaya Pakain Pengantin Jonggolo. as

Sidoarjo Pos-Agar tidak terjadi kepunahan terhadap Budaya Pengantin Jenggolo. Harpi Melati meminta Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk ikut serta mempromosikan budaya tersebut. “Kawatir akan terjadi kepunahan, karena sulitnya regenerasi. Ditambah lagi perhatian Pemerintah Sidoarjo terhadap budaya tersebut dinilai sangat kurang maksimal. Perhatian dalam bentuk ikut mempromosikan/mempopulerkan agar tetap lestari”.

Itulah ungkapan Ketua DPC Himpunan Ahli Rias Pengantin (Harpi) Melati Sidoarjo Nasucha. Menurutnya budaya asli Sidoarjo yang sudah dipatenkan sejak 2006 yakni pengantin Jenggolo diharapkan bisa dipromosikan oleh Pemkab Sidoarjo. Harapannya ciri khas asli Kota Delta itu bisa semakin terkenal dan menjadi trand mark budaya tata rias di Jatim dan Indonesia. “Budaya Pengantin Jenggolo memiliki keunggulan dibandingkan pengantin lainnya,” harapnya, baru-baru ini.

Ia juga berharap, promosi dengan surat edaran agar setiap pejabat wajib menggunakan tata rias pengantin Jenggolo saat mengadakan acara pernikahan menjadi salah satu dukungan. Hal tersebut juga dilakukan kota/kabupaten lain dalam memperkenalkan dan menjaga budaya di masing-masing daerahnya. “Di Sidoarjo kenapa tidak dilakukan promosi harus seperti itu,” harap Nasucha.

Menurutnya, perkembangan zaman diharapkan tidak menggerus budaya pengantin Jenggolo di Sidoarjo. Tata rias Jenggolo harus terus dijaga agar tidak tergeser dengan budaya lain khususnya budaya asing. “Pameran dan segala bentuk kegiatan untuk menjaga budaya pengantin Jenggolo terus kita lakukan,” ujarnya.

Dengan menjaga pengantin Jenggolo dari kepunahan, maka budaya asli Sidoarjo ini akan tetap tumbuh secara turun-temurun. “Modifikasi model tanpa harus merubah ciri khas pengantin Jenggolo bisa dilakukan,” tegas Nasucha. as

Komentar