Hasil Penelitian Produk Terapan 80 % Faktor Keuangan Jadi Tolok Ukur Kestabilan IKM

Prof. Dr. Jusuf Irianto, M.Com dari Unair menjelaskan materinya di hadapan para pelaku usaha IKM. as

Sidoarjo Pos-Setelah dilakukan pengukuran terhadap kinerja pelaku usaha IKM (Industri Kecil Menengah) di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Ternyata 80 % responden bahwa faktor keuangan menjadi tolok ukur tingkat stabilitas dan peningkatkan kinerja yang lebih baik. 20 % tidak dilakukan, karena tidak melakukan pembukuan dengan baik.

Hal tersebut diketahui setelah dilakukan pembahasan terhadap hasil Penelitian Produk Terapan kerjasama Dirjen Dikti (Pendidikan Tinggi) dengan Umsida dibahas dalam FGD (Focus Group Discussion), di Fakultas Tehnik Umsida, pada(28/9/2017).

Peneliti dari Umsida Wiwik Sulistyowati, ST MT yang juga Ketua IBK Umsida menjelaskan hampir 80 % pelaku IKM menyatakan bahwa faktor keuangan diukur untuk mengetahui tingkat kinerja perusahaan. Juga untuk mengetahui tingkat stabilitas dan mengetahui perbandingan laporan keuangan serta untuk meningkatkan kinerja.

Sedangkan yang 20 % tidak dilakukan, karena tidak melakukan manajemen keuangan dengan baik, yakni tidak melakukan pembukuan dengan baik, dan bukan suatu pengukuran kinerja usaha. “Jadi hanya sekitar 20 persen saja para IKM yang tidak melakukan pembukuan dengan baik,” jelas Wiwik Sulistyowati.

Lanjutnya, bahwa penelitian ini dilakukan kerjasama dengan Dirjen Dikti karena belum meningkatnya kualitas hasil produksi yang lebih baik, serta belum optimalnya daya saing yang terintegritas. Dengan tujuan untuk mengetahui kondisi nyata kinerja IKM di Kabupaten Sidoarjo.  “Makanya dalam pembahasan ini kami mengundang sebagian para pelaku usaha, serta Prof. Dr. Jusuf Irianto, M.Com dari Unair Surabaya yang berkompeten dalam M SDM,” terangnya.

Jusuf Irianto berharap kepada para pelaku usaha agar lebih mengikuti perkembangan teknologi. Menurutnya, kedepan konsumen itu tidak lagi harus ketemu, bertatap muka, saling tawar menawar seperti sekarang ini. Tetapi nantinya mereka lebih senang menggunakan teknologi, yakni internet serta aplikasi-aplikasi yang ada di HP. “Jika para IKM tidak berkembang maju mengikuti teknologi, maka akan tertinggal,” katanya. as

Komentar