Hindari Kerumunan PWI Sidoarjo Berbagi Sembako dan Masker ke Sopir Angkot Satu Per Satu

Ketua PWI Sidoarjo sedang menyerahkan Sembako ke pengemudi angkot. asgi

Sidoarjopos-Banyak cara untuk berbagi sesama di Bulan Suci Ramadhan 1442 H ini, agar tidak terjadi kerumunan massa, karena kondisinya masih pandemi virus Covid 19. PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Sidoarjo membagikan Sembako dan masker ke sopir mobil angkot dengan cara satu per satu.

Awak media yang terdiri dari media cetak, media eltronik televisi maupun media online mengampil tempat yang strategis di Jl. Jenggolo arah Sidoarjo kota, tepatnya sebelah selatan Jembatan Layang Buduran. Kondisi jalannya sangat lebar sehingga tidak terjadi kemacetan saat sopir angkot turun untuk menenerima Sembako, dan masker untuk para penumpangnya.

Ketua PWI Sidoarjo Abdul Rouf mengatakan kalau kegiatan berbagi sesama ini dilakukan karena teman-teman media tidak fokus kegiatan meliput berita saja, tetapi juga melakukan bakti sosial. “Ikut meringankan beban mereka yang terdampak, banyak sekoli angkot-angkot yang berhenti dalam kondisi sepi penumpang, rata-rata hanya dua atau tiga orang saja. Bahkan ada yang kosong alias tanpa penumpang,” jelas Abdul Rouf, pada Jumat (30/4/2021) sore ini.

“Saya berharap, dengan sedikit kepedulian teman-teman media, dalam berbagi Sembako dan masker ini bisa dirasakan manfaatnya oleh mereka para sopir angkot yang pendapatannya turun drastis,” harap Cak Rouf_sapaan akrabnya.

Salah satu pengemudi angkot Riaman mengaku sangat terharu, dan sangat berterima kasih kepada awak media yang telah memberikan Sembako dan masker. “Ini sangat bermanfaat sekali bagi saya, karena kondisi angkot sekarang ini sangat sepi penumpang,” ungkap Riaman sembari menggerakan kemudinya.

“Alhamdulillah, terima kasih bingkisan yang telah diberikan teman-teman PWI Sidoarjo,” kata salah satu sopir angkot, Muntaman saat mengungkapkan keluhannya.

Dia mengaku, di masa pandemi Covid-19 pendapatannya menurun drastis. Sebelum ada pandemi, sehari dia mendapatkan penghasilan hingga Rp 200 ribu.  “Sekarang rata-rata hanya mendapatkan Rp 60 ribu per hari,” keluhnya. asgi

 

Komentar