Ibu Negara Iriana Joko Widodo Disuguhi Batik dan Kerajinan Kualitas Ekspor

Ibu Negera Iriana Joko Widodo mendapat penjelasan dari Kepala Diskoperindag Sidoarjo. as

Sidoarjo Pos-Dalam kunjungannya ke Jawa Timur, Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama Ibu Hj Mufidah Jusuf Kalla serta sejumlah istri menteri yang tergabung dalam OASE (Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja) disambut langsung oleh istri Wakil Gubernur Jawa Timur Hj Fatma Saifullah Yusuf serta istri Bupati Hj Animatus Saiful Ilah dan Wakil Bupati Sidoarjo Hj Ida Nur Ahmad Syaifuddin di Bandara Internasional Juanda Surabaya.

          Dari Bandara Juanda, Kamis(27/10/2016) rombongan bergerak ke perusahaan sepatu PT. Ecco Indonesia, lanjut menuju Puskesmas Candi untuk meninjau pelaksanaan program deteksi dini kanker mulut rahim (serviks). Di Puskesmas tersebut, Ia ingin melihat langsung pemeriksaan dini kanker mulut rahim dengan metode IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat).

          Usai peninjauan di Puskesmas, Ibu Negara Iriana Joko Widodo menuju Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo disuguhi batik, dan kerajinan-kerajinan yang dipamerkan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sidoarjo. Sekitar 20 stan pameran produk-produk unggulan Sidoarjo yang dipemerkan dalam kesempatan tersebut. Diantaranya batik tulis, kerajinan tas, sepatu serta pernik-pernik dari batu yang sudah berkualitas ekspor. Kepala Diskoperindag Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati langsung menjelaskan ke seluruh stan-stan pameran satu per satu.

        Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin usai mendampingi Ibu Negara keliling stan menjelaskan kalau kunjungan ini sangat memberikan motivasi terhadap para pengrajin. Mereka bisa meningkatkan kualitas yang lebih baik lagi, mulai dari pembuatan hingga kemasan yang setingkat ekspor, diminati seluruh dunia. “Sudah terbukti, Pak Bupati Sidoarjo sudah melakukan MoU dengan beberapa negara,” katanya.

     Sementara menanggapi atas kunjungan Ibu Negara ke Puskesmas Candi akan memotivasi kepada kami bagaimana langkah yang benar dalam melakukan pengobatan. Warga Sidoarjo diharapkan melakukan pencegahan lebih awal sehingga kanker serviks akan bisa diketahui sejak dini, pengobatannya akan belih ringan. “Tapi kalau sudah fatal, pengobatannya juga akan lebih berat,” katanya. as

Komentar