Indofood Beri Edukasi Masyarakat Terapkan ‘Pendidikan Sarapan Sehat’ Keliling Kota

Head of Corporate Public Relations PT. ISM, Nurulita Novi Arlaida saat mengedukasi siswa sarapan pagi. as

Sidoarjo Pos-Kebutuhan gizi, terutama dalam rutinitas sarapan pagi bagi para siswa sebagai pendukung tumbuh kembang anak yang lebih baik dinilai masih kurang. Tahun 2012 menunjukkan prevalensi tidak biasa sarapan pada anak dan remaja hanya 16,9% – 59%, dewasa hanya 31,2%.

            Dari hasil analisis data konsumsi pangan Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) bahwa dari 35.000 anak usia sekolah 44,6% anak yang sarapan hanya memperoleh asupan gizi kurang dari 15%, kebutuhan yang seharusnya 15% – 30%. Artinya 70% atau 7 dari 10 anak usia sekolah belum memenuhi gizi sarapan.

        Oleh karena itu, PT. Indofood Sukses Makmur (ISM) Tbk bersama Gizi Pangan mengadakan pendidikan sarapan sehat, yang bertemakan ‘Sarapan Sehat dan Jajanan Aman Menuju Generasi Sehat Berprestasi’. Dengan sasaran 14.455 warga masyarakat, yang terdiri dari siswa SD, guru SD, orangtua, mahasiswa dan dosen di tujuh kota, yakni Bogor, Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Purwokerto, Sidoarjo dan Jember.

          Head of Corporate Public Relations PT. ISM, Nurulita Novi Arlaida mengatakan untuk Sidoarjo dilaksanakan di 5 sekolah dasar, yakni SDN Kedungrejo, SDN Pepelegi 2, SDN Tambak Sumber, SDN Berbek dan SDN Wedoro di wilayah Kecamatan Waru Sidoarjo.

            Jadi program ini, kami bersama Gizi Pangan melakukan pendidikan sarapan sehat ke sekolah-sekolah yang di Indonesia. Kebetulan hari ini (9/5/2018) kita melakukannya di 5 SD tersebut secara serentak. Ribuan murid-murid tersebut akan diberikan edukasi mengenai pentingnya sarapan sehat, untuk pertumbuhan sehari-hari.

        Edukasi ini mengingatkan kepada kegiatan sebelumnya bahwa masih ada beberapa anak-anak yang tidak menyadari bahwa sarapan itu penting. Sehingga kita perlu melaksanakan edukasi seperti ini secara terus-menerus. Kita terus mengingatkan kepada anak-anak agar selalu sarapan, karena sangat penting untuk beraktivitas, termasuk cuci tangan sebelum makan. “Jika tidak sarapan, konsentrasi akan berkurang dalam menyerap pelajaran yang diberikan oleh guru,” jelas Nurulita Novi Arlaida saat memantau pelaksanaan kegiatan tersebut di SDN Kedungrejo, Kec. Waru Sidarjo, pada (9/5/2018) pagi tadi.

        Ia menambahkan kalau kegiatan pendidikan sarapan pagi ini meliputi, pelatihan kepada dosen dan mahasiswa sebagai fasilitator pendidikan sarapan sehat, pelatihan dan edukasi sarapan sehat bagi guru, edukasi sarapan sehat bagi anak sekolah juga edukasi kepada orangtua. “Metode penyampaiannya juga disesuaikan agar mudah dipahami dan dimengerti, diantaranya melalui komik Ayo Sarapan Sehat,” tambah Bu Novi_sapaan akrabnya.

        Sementara itu, Kepala SDN Kedungrejo Indah mengaku sangat berterima kasih kepada PT ISM semoga apa yang telah dilakukan di SDN Kedungrejo ini bisa bermanfaat bagi putra-putri kita. “Jadi kegiatan ini amat sangat bermanfaat, karena banyak ilmu yang diperoleh, diantaranya membiasakan cuci tangan bebelum makan. Juga membiasakan anak-anak saparan pagi sebelum beraktivitas. Karena sarapan pagi bisa membuat anak-anak lebih konsentrasi dalam belarjar,” jelasnya. as

ism1

Komentar