Inovasi Dosen Umsida, Cabut Bulu 15 Ekor Ayam Hanya Butuh Waktu Satu Menit

Dosen Fak. Tehnik Umsida Ribangun, meneliti mesin pencabut bulu ayam sebelum diserahkan kepada Muhammad Sueb. as

Sidoarjo Pos-Inovasi dan kreasi karya dosen yang dikerjakan oleh mahasiswa Faktultas Tehnik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) ini, telah mendapatkan apresiasi dari masyarakat kalangan UMKM (Usaha Kecil Menengah). Mereka berhasil mengembangan mesin cabut bulu ayam dengan kecepatan tinggi, yakni sebanyak 15 ekor ayam hanya membutuhkan waktu 1 menit saja.

            Mesin cabut bulu ayam yang secara umum membutuhkan waktu 2 hingga 3 menit, dengan kapasitas sekitar 7 ekor ayam. Kreasi dosen ini berhasil mengembangkan mesin tersebut dengan kapasitas 10 hingga 15 ekor ayam, dan hanya membutuhkan waktu sekitar 1 menit saja. “Sehingga mesin ini sangat membantu masyarakat UMKM yang membutuhkan kapasitas lebih banyak lagi,” jelas Kusdiawan Yusuf mahasiswa Umsida Faktultas Tehnik Mesin Semester VIII ini.

            Selain itu, kelebihan mesin ini, yakni darah dan bulu ayamnya bisa terpisah sendiri-sendiri, sehingga tidak mencemari lingkungan, tidak berserakan seperti biasanya. Bulu ayam yang sudah tercabut, bisa langsung dikeringkan oleh mesin ini. “Jadi, masyarakat tidak perlu mencuci dan menjemur lagi, mereka bisa langsung mengambil dari mesin ini dalam keadaan kering, dan siap jual. Sementara itu daging ayamnya juga sudah bersih, dan bisa langsung diambil,” katanya.

            Terpisah, Dosen Fakultas Tehnik Umsida, Ribangun Bamban Jakaria, ST MM selaku penggagas ide menjelaskan kalau sebenarnya itu merupakan program dari  Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Yakni sebuah program peneliti dan pengabdian masyarakat yang diberikan setiap tahun. Oleh karena itu, tahun 2015 kami telah mengajukan proposal, setelah dievaluasi proposal tersebut lolos seleksi, hingga permohonannya dikabulkan di tahun 2016.

            Proposal yang kami ajukan isinya tentang ide dasar jasa pembersih bulu ayam. Sebenarnya usaha jasa pembersih bulu ayam itu tidak muncul begitu saja, tetapi diawali dari seorang penjual soto yang berkembang punya jasa pembersih bulu ayam tersebut. “Setelah kami teliti berhari-hari, ternyata mesin pencabut bulu ayam tersebut kurang signifikan, yaitu kondisi darah potongan ayam, dan bulu-bulunya masih bisa berserakan kemana-mana. Akibatnya bisa mencemari lingkungan,” jelas Ribangun Bamban Jakaria saat ditemui di ruang kerjanya, Jum at (28/4/2017) pagi tadi.

            Oleh karena itu, kami terus melakukan pengembangan mesin tersebut, agar limbahnya bisa diatur sedemikian rupa hingga tidak mencemari lingkungan. Dilain pihak, ternyata bulu-bulu ayam itu juga ada yang mau membeli, tetapi dengan syarat harus sudah bersih dan kering.

            Selanjutknya, dari program dan ide dasar tersebut dibuat praktek oleh para mahasiswa Umsida dari Faktultas Tehnik Mesin ini. Sesuai dengan program Dikti, hasil karya ini juga langsung kami berikan kepada UMKM yang membutuhkan, yakni Muhammad Sueb (56) warga Dusun Gempolsampurno, Kelurahan Porong, Kecamatan Porong Sidoarjo.

            Usai menerima bantuan mesin pencabut bulu ayam tersebut, Muhammad Sueb mengaku sangat berterima kasih kepada Umsida. Karena mesin karya mahasiswa itu sangat membantu pihaknya untuk meningkatkan usahanya. Ia mengaku mempunyai tiga mesin, namun salah satunya ada yang rusak. “Makanya dengan adanya bantuan ini, kami sangat senang sekali,” ungkap Sueb.

            Jadi mesin ini betul-betul sangat membantu kami, karena dalam sehari pihaknya bisa mencabut sebanyak 700 hingga 800 ekor ayam. “Makanya dengan adanya bantuan ini, aktivitas produksi kami bisa semakin cepat. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Umsida, khususnya Pak Ribangun yang telah memprakarsai ide ini,” pungkas Muhammad Sueb sembari tersenyum. as

Komentar