Internasionalisasi ‘Jajan Ote-ote’ SMAM1TA Sidoarjo Dihadiri Wisman 8 Negara

Para wisman lagi asyik menggoreng ote-ote di SMAMITA Sidoarjo. as

Sidoarjo Pos-Untuk saling memperkenalkan kebudayaan asing terhadap siswa-siwinya. SMA Muhammadiyah 1 Taman (SMAM1TA) Sidoarjo telah melakukan internasionalisasi makanan tradisional, ‘Jajan Ote-ote’ makanan khas Jawa Timur kepada Wisman (Wisata Mancanegara) dari 8 negara.

             Para Wisman yang mayoritas mahasiswa tersebut berkunjung ke SMAM1TA Sidoarjo disambut Kepala Sekolah Drs. Zainal Arif Fakhrudi bersama jajarannya, pada(11/8/2017) di ruang pertemuan SMAM1TA. Usai penyambutan,  para tamu disunggihi dengan penyambutan membatik dan praktek membuat ‘jajan ote-ote’. Tanpa ragu-ragu, wisman-wisman terlihat antusias, mereka senang mempraktekkan pembuat jajan ote-ote, sekalian mencicip jajan hasil karyanya.

            Salah satu mahasiswa Cheko, Alena mengaku dirinya senang mempelajari budaya Insoneaia, terutama saat makan ote-ote hasil karyanya. Ia juga mengaku sudah pernah makan makanan khas Jawa Timur ini. “Saya susah pernah merasakan makanan ote-ote ini, tapi untuk membuatnya baru pertama kali di SMA 1 Muhammadiyah ini,” katanya.

           Ia juga menambahkan, tujuan utamanya datangke SMA Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo ini adalah  saling belajar tentang kulture budaya antara siswa di Indonesia dengan yang ada di beberapa negara, khususnya saya dari Cheko. “Di Indoneaia ini siswanya lebih sopan-sopann dan mudah bergaul, beda dengan di Cheko yang individual, “tambah Alena.

           Kepala SMAM1TA Sidoarjo Zainal Arif Fakhrudi menjelaskan kalau kegaitan ini dalam rangka saling memperkenal budaya. Dari kami memperkenalkan jajan ote-ote mulai dari praktek pembuatannya hingga dihidangkan. Sementara dari mereka juga akan memperkenal budaya-budaya mereka, yang lebih penting lagi mereka juga akan memberikan materi pelajaran cara menggunakan internet yang baik, terbebas dari situs-situs buruk yang tidak kita diinginkan.

          Ia menambahkan kalau sebenarnya Wisman yang hadir ada sekitar 13 orang dari 8 negara. Diantaranya dari Algeria, Canada, Vietnam, Netherland, Tiongkok, Czech Republic, Polland dan Egypt. Namun karena kesibukan masing-masing yang bisa hadir hari ini hanya beberapa orang dari 4 negara saja. “Dengan kegiatan seperti ini, kita bisa saling mengenal budaya masing-masing. Kedepannya untuk program tukar pelajar juga akan lebih mudah,” tambah Zainal Arif. as

Komentar