Istighotsah Kubro: 9 Kiai Sepuh NU Pimpin Doa Keselamatan Bangsa Indonesia

KH Miftakhul Ahyar saat memimpin Istighotsah Kubro. as

Sidoarjo Pos-Pelakanaan Istighotsah Kubro dalam rangka Harlah NU ke 94 berjalan sesuai keharapan para pengurus Kiai NU Jawa Timur. Terlihat ratusan ribu warga NU dari berbagai daerah sejak Minggu(9/4) pagi telah membanjiri Stadion Gelora Delta Sidoarjo dan sekitarnya.

Prosesi Istighotsah Kubro sebagai peringatan hari lahirnya NU ke 94 yang jatuh pada 16 Rajab, diakhiri dengan 9 Kiai Sepuh NU secara bergantian memimpin doa ‘Mengetuk Pintu Langit, Menggapi Nurullah.’ Demi untuk keselamatan dan kedamaian bangsa Indonsia.

Diantaranya KH Anwar Manshur, KH. Anwar Iskandar, KH Miftahul Akhyar, KH Nawawi Abdul Jalil, KH. Azaim Ibrahimy, KH. Agoes Ali Masyhuri dan Ra Kholil (KH. Mohamamd Kholil Asad). Doa dipimpin langsung oleh Wakil Rois PWNU Jatim (KH. Miftakhul Ahyar Anwar) diikuti seluruh warga NU yang memadati GOR Sidoarjo.

Bacaan Istighotsah yang dilantunkan, mulai bacaan Al Fatikah, Astagfirlloh, Lakaula Walakhuwata Illabilaliyil Adhim, Ya Allo Ya Khodim, Ya Samik Uyabasir , Ya Mubtiuh Ya Kholiq, Ya Khafidhu Ya Nasir, Ya Kyau Ya Khoyum Birohmatikas Astagis, Ya Latif, Ya Badhiu Ya Bathin serta Surah Yasin.

Pimpinan Doa dilanjutkan oleh KH Anwar Manshur, KH. Anwar Iskandar, KH. Miftahul Akhyar, KH Nawawi Abdul Jalil, KH. Azaim Ibrahimy dan KH. Agoes Ali Masyhuri.

Kegiatan dilaksakan tepat waktu, sekitar Pukul 07.05 Wib lansung dilakuka pembacaan Maklumat PWNU Jatim oleh KH Anwar Iskandar) yangg intinya, menjaga agama dari hal- hal yang bisa merusak keyakinan. Juga  ucapan, hingga perbuatan adalah kewajiban kita semua warga Nadyin. Sebagaimana telah dilakulan oleh As Shalafussholikhin sejak jaman dulu, seraya menjunjung tinggi prinsip Islam Ahlusunna Waljamaah. Baik dari asfek diniyah maupun ijtimaiyah, senantiasa menyebarkan ajaran Islam yang damai dan teduh rahmatallil alamin secara dan konsisten.

Termasuk juga menjaga negara dari hal-hal  yang bisa merusak atau membahayakan keselamatan dan kedahulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta menjaga keutuhan dan persatuan Indonesia adalah kewajiban dan tanggung jawab kita semua. “Karena negara adalah harta yang paling berharga dan paling bernilai bagi seluruh warga Negara,” tutunya KH Anwar Iskandar.

Sementara amanat Rois Aam PBNU KH. Maruf Amiin menuturkan kalu hari ini kita berkumpul untuk mengetuk pintu langit, bermunajat untuk meminta perlindung dari malapetaka dan menjaga keutuhan NKRI. “Semoga kita semua mendapat kemaslahatan barokah bagi umat Islam semuanya,” tutur KH Maruf Amiin.

Adapun yang hadir dalam Istiqhotzah Kubro tersebut, terlihat  Ro’is Aam PBNU (KH. Maruf Amiin), Wakil Rois PWNU Jatim (KH. Miftakhul Ahyar), Ketum PWNU Jatim (KH. Hasan Mutawakkil Alallah, SH., MM), Rois Syuriah PWNU Jatim (KH. Anwar Mansur), Maklumat PWNU Jatim (KH Anwar Iskandar), Rois Syuriah PBNU Jatim/Pengasuh Ponpes Wali Songo Situbondo (KH. Kholil As’ad Syamsul Arifin), KH. Ahsanul Haq, Gubernur Jatim (H. Soekarwo), Wagub Jatim (H. Saifulloh Yusuf), Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim (Drs. Machfud Arifin SH), Ketua Umum PKB (Muhaimin Iskandar), Setyo Novanto (Ketua DPR RI), Bupati Sidoarjo (H. Saiful Illah), Wakil Bupati Sda (H. Nur Rahmad Saifuddin), Ketua DPRD Jatim (Bpk. Sulamul Hadi Nurmawan), Danrem 084/BJ, Kapolresta Sidoarjo (Kombes Anwar Nasir), Dandim 0816/Sda (Letkol Inf Fadli Mulyono) serta Pengasuh Ponpes se Jawa Timur.as

Komentar