‘Jaksa Masuk Sekolah’ Ingatkan Bahayanya Bersosmed Jejak Digitalnya Terekam 25 Tahun

Kepala SMKN 2 Buduran saat membuka program Jaksa Masuk Sekolah. asgi

Sidoarjopos-Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo mengingatkan kepada para remaja, pelajar atau yang lainnya, agar jangan bermain Medsos sembarangan. Jangan mengunggah kalimat-kalimat yang tidak baik, yang intinya berdampak terhadap hukum. Karena jejak digitalnya akan terekam terus secara baik selama 25 tahun.

Kasi Intel Kejari Sidoarjo sedang memaparkan materi tentang tugas-tugas Jaksa. asgi
Kasi Intel Kejari Sidoarjo sedang memaparkan materi tentang tugas-tugas Jaksa. asgi

            Jika berimbas, atau menimbulkan dampak yang terkait dengan masalah hukum akan sangat mudah sekali melacaknya. Aparat tidak akan kesulitan untuk mencari data-data yang diperlukan. “Olah karena itu, saya mengingatkan kepada masyarakat, khususnya generasi  muda atau pelajar agar jangan mudah mengunggah kalimat yang mengandung ujaran kebencian,” tegas Kasi Intel Kejari Sidoarjo Idham Kholid SH MH dalam program ‘Jaksa Masuk Sekolah’ di SMKN 2 Buduran Sidoarjo, Kamis (25/3/2021).

            Selain itu, pihak Kejari Sidoarjo juga memaparkan materi yang terkait dengan banyaknya kasus narkotika yang ada di Sidoarjo. Karena Sidoarjo wilayah yang mempunyai bandara, jadi sangat rawan sekali menjadi tempat transit. Biasanya narkoba dengan jenis ganja, sabu-sabu atau yang lainnya dikirim dari luar negeri dan dikemas dengan berbagaimacam cara untuk mengelabuhi petugas. “Selain melanggar hukum, narkoba juga merusak tubuh manusia,” katanya.

para Jaksa memberi movitasi dan semangat kepada siswa SMKN 2 Buduran. asgi
para Jaksa memberi movitasi dan semangat kepada siswa SMKN 2 Buduran. asgi

            Sementara itu, Kepala SMKN 2 Buduran Sidoarjo Dra Mariya Ernawati MM juga berharap kepada siswanya agar bisa memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya. Karena jarang sekali ada program pemahaman hukum terhadap pelajar yang dilakukan oleh petugasnya langsung, dalam hal ini Kejari Sidoarjo. “Jadi sosialisasinya betul-betul terang dan mudah dipahami oleh siswa, dan ini kesempatan yang baik,” katanya.

            Karena kondisinya sekarang masih dalam pandemi virus Covid 19, maka pelaksanaannya hanya diberikan kepada beberapa siswa yang mewakili saja. Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Saya berharap, para siswa bisa menularkan ilmu yang telah didapat ini kepada teman-teman yang lainnya,” harap Mariya Ernawti. asgi

Komentar