Kampoeng Sinaoe Jadi Jujugan Relawan Asing Menebarkan Ilmunya

Sidoarjo Pos-Kampoeng Sinaoe (KS), sebuah lembaga pendidikan bernuansa alam ini ternyata menjadi jujugan para relawan asing untuk menebarkan ilmunya. Terbukti hampir tiap bulan ada saja yang datang di KS Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Sidoarjo ini
Seperti yang terlihat sekarang ini, ada dua warga Prancis Hugo Breton dan Victor Gregorio, mereka pun terlihat sedang asyik mengajar para siswa.

Pembahasannya adalah Cross Culture Understanding (CCU), sebuah pembahasan dengan tema ‘budaya’ Sidoarjo mulai (12-10-2018) lalu.
“Hampir setiap bulan sekali, KS selalu didatangi oleh relawan asing. KS dan relawan asing diperumpamakan seperti sisi mata uang yang keduanya tidak dapat dipisahkan. Hal tersebut merupakan istilah yang menggambarkan bahwa lembaga bernuansa alam itu memang tidak pernah lepas dari salah satu objek mereka. Itulah ungkapkan Mohammad Zamroni pendiri KS.

Menurutnya, KS selalu kedatangan relawan asing setiap sebulan sekali. Sudah sekitar 100 relawan asing dari penjuru dunia yang sudah singgah di KS. Ada yang datang dari Amerika, Australia, Inggris, Brazil, Prancis, Jerman dan lain-lain,” katanya.

Para relawan asing Ini mengetahui KS melalui sebuah website. Dalam website tersebut terdapat profil beserta kegiatan yang ada di KS. Diiakui oleh Hugo Breton, relawan asal Prancis itu bahwa, ia mengetahui KS melalui website di internet. “Saya tahu Kampoeng Sinaoe dari internet, kemudian saya langsung menghubungi Ida Nurmala_pendiri KS, hingga akhirnya saya bisa sampai disini,” ungkap sarjana mekanik ini.

Kedatangan relawan asing di KS dianggap penting. Karena, selain siswanya perlu belajar Bahasa Inggris dari penutur aslinya (Native Speaker), siswa juga bisa belajar banyak hal. “Kedatangan relawan asing sangat menguntungkan bagi siswa. Selain siswa bisa belajar bahasa dari penutur aslinya, mereka juga bisa belajar banyak hal, seperti budaya, pendidikan, lingkungan dan politik yang ada di Negara mereka,” tutup Zamroni. dul. as

Komentar