Kapolresta Beri Penghargaan Ketiga SMP Yang Siswanya Disiplin Tidak Bersepeda Motor

Kapolresta pose bersama para Kasek usai menerima penghargaan. as

Sidoarjo Pos-Berkat kedisiplinan membina para murid-muridnya agar tidak mengendari sepeda motor sebagai transportasi sekolah. Tiga SMP di Sidoarjo mendapatkan penghargaan dari Kapolresta Sidoarjo. Ketiga SMP tersebut adalah SMP Negeri 1 Buduran, SMP Negeri 3 Candi dan SMP YPM Sukodono, Kabupaten Sidoarjo.

            Prosesi penyerahan penghargaaan diberikan langsung oleh Kapolresta Sidoarjo  Kombes Muhammad Anwar Nasir, kepada masing-masing kepala sekolah yang didamapingi perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo. Pada Selasa(17/01/2017) di halaman Mapolresta Sidoarjo.

             Usai memberikan pengharkan penghargaan, Kapolresta Sidoarjo Muhammad Anwar Nasir mengatakan kalau pernghargaan ini diberikan sebagai apresiasi, karena ketiga SMP tersebut telah memberikan pembinaan yang sangat disiplin kepada para siswa-siswinya agar tidak menggunakan sepeda motor. “Karena pada dasarnya anak-anak SMP itu belum memiliki SIM,” kata Kapolresta Sidoarjo.

            Sebelum memberikan penghargaan, jajarannya sudah melakukan pemantauan, dan ternyata di sekolah tersebut memang tidak ada siswanya yang membawa sepeda motor. Pihak sekolah juga tidak menyediakan lahan parkir untuk sepeda motor. “Bukan hanya di sekolah, tetapi juga di luar sekolah, di lingkungan sekitarnya juga tidak ada warga yang menyediakan lahan parkir untuk sepeda motor. Itulah kelebihannya,” tegas Anwar Nasir.

            Sementara itu dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sidoarjo yang diwakili oleh Kasi SMP, Moch. Gufron mengaku sangat berterima kasih kepada Kaporesta yang telah memberikan penghargaan. Penghargaan ini sangat membanggakan sekali karena sekolah kami tertib sekali untuk menjalankan kedisiplinan.

            Oleh karena itu, ketiga sekolah ini bisa menjadikan contoh bagi sekolah-sekolah yang lain. Kedepan, kami juga akan menerapkan kedisiplinan ini kepada sekolah-sekolah SMP yang lainnya. “Namun kami harus menunggu surat dari Kapolresta terlebih dahulu, agar apa yang kita sosialisasikan nantinya tidak menyalahi aturan,” terang Moch. Gufron. as

Komentar