Kartar dan Ansor Desak Camat Jabon Jangan Mudah Berikan Ijin Balap Motor

Rombongan Kartarkab dan PAC GP Ansor saat ditemui Camat Jabon. as

Sidoarjo Pos-Karang Taruna Kabupaten (Kartarkab) Sidoarjo dan Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda (PAC GP) Ansor Jabon mendatangi Kantor Kecamatan Jabon dan Mapolsek Jabon. Mereka menanyakan terkait kegiatan drag race yang menimbulkan kecelakaan antara penonton dengan pembalap pada hari Minggu (14/5/2017) lalu.

Rombongan anggota Kartarkab Sidoarjo dan PAC GP Ansor itu diterima langsung oleh Camat Jabon Agus Sujoko diruangannya, Senin (15/5/2017). Imam Safi’i Ketua Kartarkab Sidoarjo menyampaikan bahwa pihaknya merasa prihatin atas kejadian kecelakaan yang melibatkan penonton dengan pembalap, sehingga mengalami luka dan harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo. “Kami merasa prihatin, karena kecelakaan yang melibatkan penonton dan pembalap diarena sirkuit terulang lagi,” katanya.

Untuk itu, Imam Safi’i meminta kepada Camat Jabon jangan mudah memberikan ijin kepada pihak-pihak yang ingin menyelenggarakan kegiatan serupa di wilayah Kecamatan Jabon. “Sekiranya belum safety, atau standar keamanannya belum terpenuhi, tolong jangan diberi ijin. Karena ini berhubungan dengan nyawa manusia,” pintanya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ali Mursyid Ketua PAC GP Ansor Jabon, pihaknya sudah mengingatkan kepada yang berwenang bila ada permohonan kegiatan drag race agar ditinjau ulang syarat pemanganannya. “Apalagi sirkuit yang dipakai arena sangat tidak layak, begitu juga jarak antara penonton dengan arena balapan juga sangat dekat,” jelas Ali Mursyid.

Ia juga menjelaskan kalau sebelumnya sudah berkirim surat ke Polsek dan pihak Kecamatan Jabon yang isinya menolak kegiatan tersebut. “Namun tidak ada tanggapan,” ungkapnya.

Sementara Camat Jabon, Agus Sujoko mengaku tidak tahu menahu terkait perijinan kegiatan drag race yang diadakan di eks tol Gempol-Porong tersebut. “Kalau soal perijinan itu langsung dari atas, kami hanya mengetahui saja,” katanya.

Namun, Ia berjanji kedepannya kalau ada event yang serupa di wilayah Kecamatan Jabon agar pihak panitia berani membuat Memorandum of Understanding (MoU) terkait standar keamanan kegiatan. “Kalau panitianya tidak berani bikin MoU akan kami tolak untuk bikin kegiatan di Jabon,” tegasnya. as

Komentar