Ketua Komisi E DPRD Jatim Agung Mulyono: Pemkab Sidoarjo Belum Tanggap Tangani Banjir

Ketua Komisi E DPRD Jatim Agung Mulyono saat meninjau Sungai Buntung penyebab banjir. as

Sidoarjo Pos-Hujan deras yang terus mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Sidoarjo utara, hingga banjir yang melanda belum menunjukkan adanya tanda-tanda surut. Seperti yang terlihat di wilayah Desa Kedungboto Kecamatan Taman, Sidoarjo.

    Kondisi tersebut membuat Ketua Komisi E DPRD Jatim beserta BPBD Jatim, Kamis(13/10/2016) meninjau langsung lokasi banjir tinggi sekitar satu meter atau setinggi dada orang dewasa. Banjir yang paling parah terjadi di RT 17, RT 18 dan RT 19. Kondisi banjir di RT 18 pada hari Minggu hingga Selasa ketinggiannya mencapai pinggang orang dewasa. Di RT 17 ketinggian air mencapai satu meter lebih.

        Hingga saat ini, sudah  terhitung mulai hari Sabtu hingga Kamis ini, banjir di beberapa wilayah di sidoarjo masih belum menunjukkan tanda-tanda surut. Justru di Kedungboto dan Desa Ketegan Kecamatan Taman debit airnya semakin meningkat. Pasalnya, sungai buntung yang berdekatan dengan rumah warga meluber dan menggenangi rumah warga.

       Banyak masyarakat yang menyayangkan, disaat kondisi Kabupaten Sidoarjo dalam siaga bencana banjir, pejabatnya belum menunjukkan respek positif, baik Bupati Sidoarjo maupun dari Anggota DPRD Sidoarjo. Justru dari pejabat provinsi seperti Wakil Gubernur dan juga dari DPRD Jawa Timur justru langsung ke lapangan guna melakukan pengecekan kondisi masyarakat.

            Ketua komisi E DPRD Jawa Timur  Agung Mulyono meminta kepada Bupati Sidoarjo segera melakukan tindakan cepat, seperti halnya membuat tanggul untuk jangka pendek terlebih dahulu.  Karena melihat kondisi masyarakatnya sudah cukup memprihatinkan. “Saya meminta kepada pejabat pemerintah Kabupaten Sidoarjo harus segera memikirkan kondisi bencana banjir yang melanda ini.  Bupati Sidoarjo segera melakukan tindakan cepat tanggap darurat untuk menangani bencara banjir ini,” pintanya.

      Dilokasi banjir ini terlihat bahwa air kali Buntung meluber kepemukiman warga, hingga membuat panik warga, karena menurut informasi ketinggiannya hingga sedada orang dewasa. Banjir di wilayah Sidoarjo utara ini termasuk banjir yang terparah, ternyata setelah melihat dilokasi ternyata ada kontruksi yang perlu direkuntruksi seperti Dam Kali Buntung ini.

      Menurutnya, kalau Dam ini ditutup, airnya akan mengenagi di desa sekitarnya, akan tetapi bila dam itu dibuka juga akan mengenangi daerah lainnya. “Untuk menangani masalah banjir dalam waktu pendek, kami akan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo meminta untuk segera membuatkan tanggul di kali atau sungai yang tidak mampu menampung luapan air,” katanya.

      Ia juga menambahkan, kami juga sangat mendukung bahwa rencananya pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan mengajukan dana ke Pemerintah Pusat sebesar Rp150 miliyar untuk membuat tiga bendungan. “Cara tersebut termasuk solusi penangan banjir jangka panjang, tetapi yang perlu dan mendesak adalah jangka pendeknya,” pungkas Agung Mulyono.

      Sementara itu di tempat yang sama Sri Handayani Ketua RT 18 Desa Kedungboto Kecamatan Taman Sidoarrjo menyatakan bahwa kami meminta kepada Pemerintah Sidoarjo untuk membuatkan tanggul penahan luberan air sungai. “Kami sudah mengajukan ke pemerintah Sidoarjo melalui dinas pengairan untuk membuatkan tanggul penahan luberan air sungai, ” ujar Sri Handayani pada wartawan di lokasi banjir. as

Komentar