Ketum KONI Fokus Pembentukan Pengurus Baru

Sidoarjo, Ketua Umum KONI Sidoarjo terpilih Franki Efendi langsung tancap gas setelah ditunjuk menjadi nahkoda baru KONI Sidoarjo.  Pihaknya sekarang ini masih fokus dalam pembentukan pengurus KONI 2016-2020.

Setelah pengurus terbentuk setiap kepengurusan Cabang Olahraga (Cabor) harus memiliki pandangan kegiatan untuk jangka pendek, menengah dan panjang. “Tujuannya kan untuk meningkatkan prestasi, ” katanya.

Dia mengungkapkan, pada Porprov 2019 nanti pihaknya ingin ada peningkatan maksimal dalam perolehan prestasi. Dengan program latihan yang jelas, target tertinggi tidak akan menjadi muluk dan akan bisa direalisasikan. “Jika bisa menjadi nomor satu ya kenapa tidak. Asalkan bersama-sama dan serius mengembangkan olahraga, “terangnya.

Menurutnya, dalam Porprov 2015 di Banyuwangi sejumlah Cabor sudah maksimal dalam menyumbangkan medali. Namun, ada beberapa Cabor yang masih belum bisa menyumbangkan medali. Hal tersebut yang nantinya menjadi evaluasi untuk peningkatan prestasi ke depan. “Kami ingin semuanya profesional untuk pengembangkan atlet di Kota Delta, ” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemkab dan DPRD Sidoarjo terkait permintaan anggaran. Tahun lalu KONI Sidoarjo hanya kebagian Rp 7 miliar dari APBD. Jumlah tersebut juga tersedot Rp 2 miliar untuk Askab PSSI Sidoarjo.

Dia menambahkan, permintaan anggaran itu tentu saja harus dibarengi dengan konsistensi KONI dalam memberikan pertanggungjawaban anggaran. Sehingga, Pemkab dan DPRD Sidoarjo bisa legowo dalam membantu KONI Sidoarjo mengembangkan prestasi keolahragaan. “Jika tidak ada transparansi ya percuma. Pemberi anggaran juga tidak akan serius dalam membantu,” kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Sidoarjo ini.as

Komentar