KKN Menjanjikan Jadi Orang Sukses Apabila Direfleksikan Dengan Sungguh-sungguh

Gothank Wiyadi saat memberikan paparan di hadapan 1.099 mahasiswa. as

Sidoarjo Pos-Sebelum terjun langsung ke masyarakat, sebanyak 1.099 mahasiswa Umsida dari berbagai jurusan mendapatkan motivasi terlebih dahulu tentang pelaksanaan KKN. Selain itu, diharapkan hasilnya bukan sekedar memenuhi persyaratan kampus, tetapi juga harus berimbas tehadap mahasiswa nantinya menjadi orang besar/sukses.

            Pemotivasi yang dihadirkan adalah Fahter of Entrepreneourship Gothank Wiyadi dari Yogjakarta. Menurutnya kalau pelaksanaan KKN itu harus terjadi, biar mahasiswa punya kesimpulan kalau dirinya ini orang biasa, orang keren, orang besar atau yang lainnya. “Makanya saran saya, ambil tindakan KKN dengan sesempurna-sempurna mungkin agar membekas di hati anda untuk masa depan,” jelas Gothank Wiyadi saat paparan memberikan materi KKN pada mahasiswa Umsida, Senin(31/7/2017).

            Lebih lanjut, diurakan oleh Gothang Wiyadi, ada satu momentum yang kadang-kadang kita tidak menyadari, bahwa ternyata konsekwensi tiap-tiap orang yang hidup, itu adalah bagaimana dia merefleksikan atas teologisnya. Bahwa hidup itu adalah menuju kepada kebenaran yang paling haq, kepada nasib yang paling sejati, dan paling selalu berubah menjadi baik.”Kondisi seperti itu tidak pernah disaari oleh semua mahasiswa,” katanya.

             Setelah keluar dari kampus, dengan merefleksikan surat Al Ma’un dan Ali Imron, yang terjadi adalah dalam 10 tahun asset usahanya mencapai Rp 80 miliyar. “Hal itu tidak mungkin terjadi kalau kamu/para mahasiswa tidak pernah berdarah-darah, mengucurkan keringat saat KKN, ” tegasnya.

             Menurutnya, para mahasiswa tidak pernah mengetahuni bahwa pihaknya telah ber Tuhan, ber Qur an, ber hadist juga mentauladani Rosul. Namun kondisi itu tidak akan pernah terasa, tidak pernah diketahui kalau tidak pernah direflesikan.

            Begitu juga, bagaimana mungkin orang bergerak, peduli terhadap sosial, tidak akan mungkin terjadi kalau tidak punya reflesi teologis. Dan refleksi teologi yang paling sempurna bagi seorang mahasiswa hanya satu prosesnya, yaitu tatkala mengawali memilih KKN dimana, temanya apa bagaimana prosesnya dan bagaiman clossingnya.”Tanpa itu sangat tidak mungkin terjadi,” tegas Gothank Wiyadi.

          Maka dari itu, bagi saya merefleksikan teoligis itu landasan utama bagaimana mahasiswa menentukan KKN itu visible, liberatif dan menjanjikan menjadi orang besar. “Jadi jangan hanya menggunakan landasannya normative, pengabdian dan prinsip yang sama dengan kampus. KKN harus direfleksikan dengan sungguh-sungguh,” pungkas Gothank Wiyadi.as

Komentar