Komunitas Sinaoe Hijau Mengolah Sampah Jadi Berguna dan Memiliki Nilai Jual

Komunitas Sinaoe Hijau sedang mengolah sampah menjadi berguna. edwin

Sidoarjo Pos-Kurang pedulinya masyarakat terhadap sampah, bahkan sampah-sampah di rumah warga yang setiap harinya semakin bertambah, membuat Komunitas Sinaoe Hijau bergerak melakukan aksi, mengembangkan kreasinya dengan mengolah sampah menjadi barang yang bernilai jual tinggi, atau memiliki nilai guna.

        Para remaja yang tergabung dalam Kampoeng Sinaoe di Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran Sidoarjo, dalam melakukan pengolahan sampahnya juga mengajak anak-anak kecil di sektitarnya. Pada Minggu(2/10/2016), mereka tidak sungkan untuk mengambil dan memunguti sampah yang ada di rumah-rumah warga, dipilah dan diolah menjadi barang yang berguna.

        Koordinator Komunitas Sianoe Hijau Achmad Qusyairi mengatakan, banyaknya sampah di depan rumah-rumah warga, di tempat sampahnya yang semakin hari semakin menggunung membuat pemandangan yang kurang indah. “Meskipun masyarakat mengetahui banyaknya sampah akibat tim pembuangan sampah dari desa belum mengambil sampah depan rumahnya, tetapi mereka tidak peduli terhadap kebersihan lingkungannya,” katanya.

            Menurutnya, cara pandang masyarakat harus dirubah, terutama mengenai sampah. Selama ini masyarakat hanya menganggap sampah di buang begitu saja, padahal sebenarnya kalau diolah bisa menghasilkan keuntungan karena memiliki nilai jual dan nilai guna. “Masyarakat kalau diajak untuk bergerak memang sulit sebelum mengetahui hasilnya dan contohnya,  karena itu untuk merubah cara pandang masyarakat, yaitu dengan memberikan contoh bukan pidato,” jelas Achmad Qusyairi.

          Sampah sebenarnya merupakan lading emas bagi orang yang memiliki jiwa kreatifitas serta ketekunan untuk menggelutinya. Contoh pada pengolahan botol plastik yang diolah menjadi lampion, bunga, pot bunga dan sebagainya.

      Untuk melakukan hal tersebut mereka menggunakan peralatan seadanya serta sederhana. “Harapan saya, kedepannya masyarakat bisa sadar, terutama dalam hal kepedulian terhadap lingkungan, dan memiliki jiwa produksi bukan hanya sebagai konsumsi saja,” harap pemuda yang tergabung sebagai anggota Remaja Masjid Baiturrahim Siwalanpanjiitu.  edwin, as

Komentar