Lahan Ponpes ‘Nurul Azhar’ Belum Dapat Ganti Rugi Lapindo, Harus Ada Rekom Kemenag

Wakil Bupati dan Ketua Dewan saat halal bi halal di Ponpes Nurul Azhar. as

Sidoarjo Pos – Yayasan Pondok Pesantren dan Panti Asuhan ‘Nurul Azhar’ Desa Jatirejo (utara Porong) Sidoarjo mengungkapkan, hingga kini tanah wakafnya sekitar 1.400 meter persegi belum mendapatkan ganti rugi dampak luapan Lumpur Lapindo. Masih ada kendala menunggu rekomendasi dari Kemenag (Kementerian Agama).

Ungkapan itu disampaikan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Ashar saat halal bi halal bersama santrinya di Masjid Nurul Ashar Porong Sidoarjo, Jawa Timur. Sabtu (23/07/2016), yang dihadiri pula Wakil Bupati Sidoarjo, H Nur Achmad Syaifuddin, Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, H Sullamul Hadi Nurmawan beserta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo Husni Thamrin.

Menurut Ketua Yayasan Ponpes Nurul Ashar, Muhammad Masrur, hingga saat ini tanah Waqaf berupa pondok pesantren dan panti asuhan ini sama sekali belum mendapatkan ganti rugi dari Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS).  “Sebenarnya BPLS sudah memberikan tanda tangan, tapi kurang lengkap harus dilengkapai rekomendasi dari Kemenag,” ungkap Muhammad Masrur.

Lanjutnya, yang menjadi kendala hingga saat ini Kemenag Sidoarjo belum membubuhkan tanda tangan lantaran belum adanya aturan yang dikeluarkan. Padahal, Perpres nomor 33 Tahun 2012 sudah ada. Dan Bupati Sidoarjo juga mengatakan tidak ada masalah. “Tinggal Kemenag saja yang belum merekomendasikan,” lanjutnya.

Pada saat itu BPLS pernah membuat aturan, yakni ada 33 syarat yang harus dipenuhi untuk mencairkan ganti rugi. “Semua sudah kami penuhi, sekarang alasannya lain lagi. Oleh karena itu, saya berharap agar pemerintah melalui Bupati Sidoarjo bisa memberi perhatian dan merealisasikan ganti rugi terhadap pondok pesantren dan panti asuhan Nurul Azhar,” pinta Muhammad Masrur.

Sementara, Wakil Bupati Sidoarjo H, Nur Achmad Syaifuddin yang hadir dalam acara tersebut berjanji akan mengkomunikasikan lagi kepada pihak terkait untuk proses ganti rugi tanah Waqaf. “Nanti kita coba bicarakan lagi sama pihak terkait. Kira-kira kendalanya apa. Karena yang lainnya sudah terima ganti rugi. Harusnya ini sudah selesai juga,”tegasnya. as

Komentar