Lana Asyraf Siswa SD Tahfidh Al-Qur’an An Nafi’iyah Juara 1 MTQ Ke XXlX Kabupaten Sidoarjo

Sekretaris Daerah Sidoarjo Achmad Zaini menyerahkan piala ke Lana Asyraf El Basysar. nas

Sidoarjo pos-Prestasi baru sangat membanggakan, itulah Lana Asyraf El Basyar peraih juara 1 MTQ ke XXlX tingkat Kabupaten Sidoarjo  katagori 5 Juz Tilawah anak anak. Siswa kelas 6 SD Tahfidh Al- Qur’an AN NAFI’IYAH  kecamatan Tulangan Sidoarjo.Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) yang diadakan oleh pemerintah kabupaten sidoarjo ini adalah untuk mempersiapkan calon kafilah yang akan dikirimkan untuk MTQ Tingkat Propinsi Jawa Timur ke XXIX di Pamekasan tahun 2021 dan berlanjut sampai tingkat nasional. Yang sebelumnya juga sudah dilakukan penjaringan seleksi dari tingkat kecamatan se kabupaten sidoarjo.

Pimpinan yayasan pesantren AN- Nafi’yah Gus Busyro Munim, Mengatakan MTQ tingkat kabupaten ini biasanya diselenggarakan setiap 2 tahun sekali, dan Alhamdulillah ananda juga sudah pernah mendapatkan Juara 3 dalam kategori 1 juz tilawah 2 tahun yang lalu, dan untuk tahun 2020 ini ananda ingin meningkatkan hafalannya dengan mengikuti level diatasnya yaitu kategori 5 Juz Tilawah, kategori ini selain mengharuskan pesertanya mempunyai hafalan minimal 5 juz juga harus bisa menguasai tilawah dengan minimal 3 lagam dari 7 lagam yang umum digunakan.

Memang tidak ada kesuksesan tanpa usaha, kegemaran Ananda Lana akan tilawah dan Hifdzul Al-Qur’an membuatnya sangat antusias mengikuti pembinaan-pembinaan tilawah di tingkat tpq, ananda juga suka menirukan variasi-variasi baru yang didapatkan dari qori’-qori’ nasional maupun internasional. Dalam bidang hafalan, Ananda yang duduk di kelas 6 Sekolah Dasar Tahfidz “An-Nafi’iyah” ini selalu berusaha untuk istiqomah me murojaah hafalannya setiap habis subuh dan ba’da magrib sebagaimana yang di sampaikan oleh Ayahnya.  Dan menghadapi musabaqoh ini, sehabis isya’ sang ayah menambah dengan latihan Tanya jawab bersama adiknya yg juga mengikuti musabaqoh ini dan mendapatkan juara 3 juga dalam kategori yang sama.(8/11/2020)

Alhamdulillah keberhasilan yang dicapai saat ini tidak lah terlepas dari semua pihak yang telah membentuk, membimbing dan mendoakan ananda. Namun event the best can be improve, tidak boleh cepat merasa puas, karena sangat sayang kalau niatan belajar Al-Qur’an hanya di tujukan untuk kompetisi semata, syafaat dan Ridho Allah lah yang selalu kami tanamkan, belajar ihlas, klo kalah masih menangis masih kecewa, berarti masih harus diperbaiki lagi hatinya. Tidak ada ruginya membaca Al-Qur’an, tidak ada ruginya murojaah, tidak ada ruginya menghafalkan apalagi mengamalkannya. Karena setiap bacaan bahkan huruf adalah kebaikan,”katanya. nas

Komentar