Mahasiswa Disabilitas Umsida Muhammad Rosyid Ridho Gagas Tanam Mangrove

Dipantau Ketua KKN Ribangun, Rosyid bersama mahasiswa lainnya sedang menanam mangrove. as

Sidoarjo Pos-Kondisi abrasi yang terus menggerus pantai wilayah timur Kabupaten Sidoarjo, membuat masyarakat menjadi prihatin. Karena dalam penanganannya tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah belaka. Tetapi peran serta masyarakat sekitar juga harus terlibat dan peduli untuk menangani abrasi.

            Bersamaan dengan kondisi tersebut, sebagian kelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) yang kebetulan mendapatkan tugas KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Desa Tambak Oso, Kecamatan Waru, Sidoarjo mempunyai ide atau gagasan untuk memulihkan abrasi, yakni dengan cara menanam ribuan pohon mangrove di sekitar Sungai Segoro Tambak, dekat arah kelaut Kenjeran, Surabaya.

            Prosesi penanaman dilakukan Minggu(27/8/2017) siang. Namun yang menarik justru ide penanaman mangrove tersebut, yakni digagas oleh mahasiswa yang menyandang disabilitas, tuna rungu, Muhammad Rosyid Ridho mahasiswa semester 7 dari Fakultas Tehnik Informasi Umsida.

     Rosyid_sapaan akrabnya, yang juga sebagai Ketua Pokja Bidang Lingkungan terinspirasi melihat kondisi mangrove di wilayah Wonorejo Surabaya yang bisa kemas menjadi wisata oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Makanya sewaktu KKN yang kebetulan wilayahnya dekat dengan pesisir, selalu teriang untuk membantu memulihkan abrasi.

            Saat ditemui di lokasi penanaman, dibantu penjelasannya Ketua Kordes Muhammad Bahrul Ulum R  mengatakan kalau awalnya para mahasiswa ini ingin menanam toga, ternyata kondisi tanah di Desa Tambak Oso ini tidak cocok untuk tananam toga. Kadar sutrat tanahnya mengandung air asin, sehingga kemungkinan untuk tumbuh  subur itu kecil sekali.

            Dari situlah Rosyid selalu ingin menanam mangrove, dia selalu menyebut mangrove di Wonorejo Surabaya. Ide itulah yang akhirnya kita sepakati untuk menanam mangrove di pesisir Sungai Tambak Oso. Sekalian untuk membantu warga dari banjir yang selalu melanda wilayahnya jika terjadi air laut pasang. “Kami bersama teman-teman menanam mangrove jenis rizophora yang cocok untuk wilayah pertambakan. Bibit ini kami dapatkan dari Mangrove Center di Trawas, Mojokerto,” jelas Bahrul Ulum dari Fakultas Informatika.

             Ketua Panitia KKN Terpadu 2017 Umsida, Ribangun Bamban Jakaria, ST MM disela-sela meninjau lokasi  kalau bahwa Umsida tidak melakukan tebang pilih terhadap mahasiswanya, tidak membeda-bedakan kepada mahasiswanya. “Selama mampu dan bisa maka mereka juga bisa menjadi ketua, seperti yang terjadi pada Rosyid, walaupun dia mahasiswa disabilitas, tetapi dia bisa dan akhirnya terpilih juga jadi ketua,” jelas Ribangun yang juga sebagai Dosen Fakultas Tehnik Industri Umsida.

            Lanjutnya, dan ternyata hingga saat ini semuanya bisa berjalan baik, bisa berjalan dengan lancar, apalagi teman-teman mahasiswa lainnya juga mendukung. Mereka juga menyadari atas kelebihan dan kekurangan masing-masing. “Di tempat kami, sangat membina dan memberdayakan mahasiswa untuk maju,” pungkas Ribangun.

            Sementara itu, salah satu tokoh warga Desa Tambak Oso yang kebetulan juga ikut membantu mengarahkan mahasiswa saat menanam mangrove H. Muhammad Sueb mengaku sangat senang dengan adanya mahasiswa. Keberadaan mereka sangat membantu masyarakat, kebetulan akhir-akhirnya ini kegiatan di kampung banyak sekali. Sehingga tugas-tugas yang ada di desa bisa terbantu.

            Selain menanam mangrove, sekitar 30 mahasiswa ini juga banyak dimintai oleh warga untuk memberikan les-les dari rumah ke rumah. Khususnya kepada anak-anak sekolah dasar yang ada disekitar kita. “Les yang diberikan kepada anak-anak SDN ini justru membuat iri oleh sekolah MI, hingga akhirnya mahasiswa pun harus dibagi untuk memberikan les di MI,” ungkap Abah Sueb, sapaan akrabnya. as

Komentar