Mahasiswa UMSIDA Ikrar Tidak Nyontek, Juga Diharapkan Bisa Merawat Nalar Ilmiah

Dahnil Anzar dan Rektor Umsida serta mahasiswa dalam pemakaian simbolis jaket almamater. as

Sidoarjo Pos-Mahasiswa Universitas Muhammdiyah Sidoarjo (UMSIDA) telah berikrar tidak melakukan ‘nyontek’ selama menjadi mahasiswa. Selain itu, mahasiswa UMSIDA juga diharapkan bisa merawat nalar ilmiah, yakni membaca, diskusi dan menulis.

            Proses ikrar tidak melakukan ‘nyontek’ dan harapan bisa merawat nalar ilmiah tersebut dilakukan dipimpin langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjutak pada saat Sidang Senat Terbuka, Pengukuhan Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Sidoarjo tahun Akademik 2016/2017 di Kampus UMSIDA, pada (9/9/2016).

            Mengapa hal tersebut dilakukan, menurut Dahnil Anzar karena pihaknya meredukis bahwa pemaknaan kuliah itu hanya ingin mendapatkan nilai baik, lulus mudah mendapatkan pekerjaan. Kalau tujuanya hanya seperti itu, bagi saya hanya akan merusak cara berfikir dan maksud daripada pendidikan itu sendiri. “Mestinya, pendidikan itu adalah merubah kebudayaan merubah karakter,” tegasnya.

            Bagaimana cara merubah karakter ? lanjutnya, salah satunya harus dimulai dari universitas itu sendiri, yaitu harus mendorong perubahan itu. Kalau kondisi bangsa sekarang ini masih sangat meprehatinkan dengan adanya praktek korupsi, bahkan masyarakat sendiri masih toleransi terhadap korupsi.

           Oleh karena itu kondisi belajarnya yang harus kita rubah mulai sejak kecil, sejak duduk dibangku sekolah dasar. Termasuk di bangku kuliah, mengejar nilai A dengan segala cara, tetapi nilai karakternya telah ditinggalkan. “Karena nilai karakter itulah nantinya yang bermanfaat ketika lulus kuliah, terjun di masyarakat yang sebenarnya,” jelas Dahnil Anzar.

         Hambatan utama di negeri kita ini adalah korupsi, jadi korupsi itu bukan masalah hukum dan ekonomi, tetapi masalah peradaban. Kalau kita mau merubah peradaban harus dimulai dari sekolah atau kampus yang memang tugasnya merubah peradaban. Kampus harus membangun akademik, merawat nalar ilmiah, yakni membaca, diskusi dan menulis. Tetapi itupun tidak cukup, makanya harus membangun budaya atau karakter. “Jadi kampus juga harus aktif, salah sacaranya tadi sudah dilakukan, yaitu ikrar bersama tida menyontek selama menjadi mahasiswa UMSIDA. Karena kebiasaan menyontek adalah bagian dari korupsi,” pungkas Dahnil Anzar Simanjutak. as

Komentar