Mantan Siswi SMPN 5 Sidoarjo Terkatung-katung Belum Mendapatkan Sekolah  

Kasek SMPN 5 menunjukkan surat pengunduran diri dari orangtua siswi Regina. as

Sidoarjo Pos-Nasib malang menimpa Regina Milenia Nurfebriati Utomo (14), salah satu siswi SMPN 5 Sidoarjo masih terkatung-katung mencari sekolah yang mau menerimanya, pasca dikeluarkan dari SMPN 5 Sidoarjo pada 16 Agustus 2016 lalu.

Menurut penuturan  ibu kandung Regina, Rodiana menjelaskan bahwa anaknya yang baru setahun ber sekolah di SMPN 5 Sidoarjo terpaksa mencari sekolah lagi setelah mengaku didesak oleh pihak sekolah untuk mengundurkan diri. “Sebelumnya, pindahan dari SMPN 1 Sukodono, masuk ke SMPN 5 Sidoarjo ini mendekati rumah, karena Sukodono jaraknya sangat jauh dari rumah,” ungkap Rodiana warga di Jalan Jenggolo Sidoarjo, Selasa (13/9/2016).

Menurutnya, ketika anaknya Regina  pingsan di sekolah setelah mengikuti lomba peringatan hari kemerdekaan. Mengapa pihak sekolah tidak ada yang memberikan kabar apapun, baik telpun maupun SMS. “Padahal, anak saya nunggu di sekolah sampai pukul 7 malam. Apabila terjadi hal yang tidak diinginkan siapa yang bertanggung jawab. Kalau di sekolah kan tanggung jawabnya  masih sekolah. ” tegasnya.

Besoknya, ibu Regina mendatangi, dan bertemu kepala sekolah dengan maksud untuk meminta penjelasan terhadap kepala sekolah atas kejadian yang menimpa anaknya. Bukannya mendapat penjelasan, pihak sekolah memarahinya hingga berujung dikeluarkannya anak kami. “Saya dimarahi, katanya yang pegang nomor teleponnya wali kelas, namun sedang ada tugas di luar, ” ujar Diana menirukan.

Mendapat jawaban seperti itu, pihak orangtua Regina juga menanyakan uang sumbangan yang nilainya sekitar Rp 10 juta. “Dijelaskan kalau sifatnya sumbangan berarti tidak ada kwitansinya,” katanya.

Jadi desakan pengunduran diri itu dilontarkan Kepala Seklah SmMPN 5 Sidoarjo setelah dirinya menanyakan hal yang berkaitan dengan uang masuk senilai Rp 10 juta yang sempat diminta pihak sekolah saat mendaftarkan anaknya.  “Saya cuma minta oret-oretan yang waktu daftarkan anak saya kesana. Kepala sekolah langsung marah dan bilang kebagian TU nya, buatkan ini (sambil menunjuknya) surat pengunduran diri karena sudah tidak kerasan di sini, “katanya menirukan.

Sementara saat dikonfirmasi kepada pihak sekolah, Kepala Sekolah SMPN 5 Sidoarjo, Achmad Lutfi membantah tudingan bahwa sekolah mengeluarkan anaknya. Menurutnya, Regina dikeluarkan atas kemauan orang tuanya.  “Tidak benar, malahan yang menginginkan keluar orang tuanya sendiri. Surat pengunduran pun dia yang membuat,” kata Achmad Lutfi seraya menunjukkan surat pengunduran diri.

Menurutnya, orangtua Regina yang tiba tiba datang ke sekolah dengan nada emosi memarahi pihak sekolah lantaran tidak ada yang memberitahu saat anaknya sakit. Padahal Regina sudah dirawat samat teman-temanya, hinggu beberapa guru di Unit Kesehatan Siswa (UKS).

Dia sudah di kabari sama teman-temanya dan sudah dating kesekolah, tapi tidak masuk hanya di luar sekolah dan terus pergi menjeput adik Regina. Makanya guru sudah tidak perlu lagi ngabari orang tuanya. Jadi kita tidak berani mengeluarkan siswa tanpa alasan yang jelas. Apalagi siswanya kelas 3, harus memenuhi syarat dan aturannya. Mengenai dana yang Rp 10 juta itu tidak benar, yang benar Rp 7 juta dan sudah dikembalikan ke orangtuanya,” tegas Achmad Lutfi. as

Komentar