Mensos Khofifah Indar Parawansa Serahkan Bantuan Sosial Non Tunai PKH

Para siswi SD Al Muslim sedang mengikuti Martikulasi. as

Sidoarjo Pos-Untuk mempercepat penyaluran bantuan sosial dari pemerintah pusat terhadap PKH (Program Keluarga Harapan). Mentri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan secara langsung bantuan non tunai tersebut kepada masyarakat di Sidoarjo.

            Prosesi penyerahan yang dilaksanakan di Kantor Kecamata Waru, Kabupaten Sidoarjo juga dihadiri langsung  Bupati Sidoarjo H Saiful Illah,  Wabup Sidoarjo H Nur Ahmad Saifuddin dan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji. “Alhamdulillahm proses penyaluran bantuan berjalan lancar. Saat penyaluran, SDM perbankan juga siap memberikan layanan terbaik kepada penerima bansos, hingga agen bank yang menjadi ujung tombak penyaluran bantuan sosial PKH seperti,” tutur Khofifah usai penyerahan, Senin (19/6/2017)

.           Khofifah menjelaskan lebih lanjut, kalau pemerintah sangat fokus dan serius dalam menyiapkan PKH menuju 10 juta penerima pada 2018. PKH juga memiliki target pada 2019 inklusi keuangan secara nasional mencapai 75 persen. Di mana PKH merupakan salah satu alat untuk mencapai target tersebut.

         Penyaluran bansos PKH non tunai dengan sistem perbankan ini telah berkontribusi besar dalam mendongkrak inklusi keuangan di Indonesia. “Pada 2017 jumlah penerima PKH 6 juta KPM menyumbang 9 persen. Jika penerimanya diperluas jadi 10 juta KPM maka menyumbang 15,6 persen pada 2018,” jelas Khofifah.

          Sementara itu jumlah penerima PKH di Kabupaten Sidoarjo sampai saat ini sudah mencapai jumlah penerima PKH Kota Sidoarjo 23.490 KPM dengan jumlah bansos sebesar Rp 45.263.610.000,-.

         Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan secara simbolis pemberian kartu ATM untuk bantuan sosial non tunai program keluarga harapan sebanyak 350 orang, dan juga dilakukan uji coba penarikan uang dari dalam mesin ATM yang bekerja sama dengan Bank BNI.

        Sementara itu, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengaku sangat mengapresiasi program ini karena sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Sidoarjo. “Jika selama ini bantuan tersebut diberikan secara tunai, maka risiko yang ditimbulkan cukup besar dan bisa timbul kerawanan karena bisa digunakan tidak sesuai dengan peruntukannya,” ujar Saiful Ilah. as

Komentar