MI Darussalam Sugihwaras Candi Sidoarjo Raih PWNU Award Jatim 2019 Kategori SD/MI

Ketua LP Ma'arif Sidoarjo Misbahuddin (tengah) dan Kasek MIDAS Ary Irawanto (batik hijau) berswafoto usai menerima penghargaan. as

Sidoarjo Pos-Setelah mendapatkan penghargaan PWNU Award Jatim 2019, MIDAS (Madrasah Ibtidaiyah Darussaalam (MIDAS) Desa Sugih Waras Candi Sidoarjo, dengan kategori SD/MI  secara bertubi-tubi mendapatkan ucapan selamat, pihak sekolah justru ingin meningkatkan kualitasnya lebih baik lagi, jangan sampai terlupakan dengan penghargaan.

“Langkah dan program kedepan itu seperti apa harus segera dipersiapkan. Jadi mempertahankan prestasi itu lebih berat daripada meraihnya,” itulah ungkapan Kepala MIDAS Candi Sidoarjo Ary Irawanto, S.Pd., M.M saat ditemui tadi pagi (4/7/2019).

Ia juga menuturkan, kalau kemampuan sedikit yang dimilikinya langsung disambungkan dengan stakeholder, mulai paguyuban, dewan guru dan staf, serta elemen-elemen yang ada di masyarakat, komite, yayasan yang bersinergi. “Sehingga MIDAS ini bisa berhasil mencapai prestasi yang lebih baik lagi. Jadi, kebersamaan yang disambungkan dengan suatu konsep untuk membesarkan  itulah yang menjadi lembaga kami sebagai pilihan di masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, semakin hari kompetisi semakin berat, kita harus menyajikan sesuatu yang lain daripada yang lain. Dengan konsep  ‘Islamic Modern School and Fun’  serta tata ruang yang minimalis. Juga, staf-stafnya yang telah diuji kompetensinya  hingga menghasilkan output yang baik.

Salain,  didukung dengan tenaga-tenaga professional, kami juga bekerjasama dengan beberapa sekolah yang terbaik, salah satunya adalah MINU Pucang yang pernah mendapatkan juara NU Award 2018, termasuk juga dengan LBB Bahasa Inggris, tahun ini kami membuat trens matematik dan trens IPA. “Dengan demikian kami  mempunyai ciri khas khusus, sesuatu yang khusus, yang beda itu pasti akan banyak menjadi perhatian masyarakat,” jelasnya.

Begitu juga, prestasi siswa ada yang sangat membanggakan, diantaranya karate yang juara se Jawa Bali, tahfizd jus 30 juara pertama, bulutangkis Jarum Foundation. “Saya kepingin sekolah ini menjadi multi telen, pinter bahasa inggris, matematika, pinter IPA dan Olahraga. Sehingga output dari siswa-siswa MIDAS itu banyak sekali/multi telen. Harapanya bisa diterima di masyarakat, menjadi ikon-ikon yang baik,” harap Ary Irawanto.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua elemen masyarakat yang telah mendukung program dan kegaitan sekolah. Dengan kerja keras, ikhlas tanpa mengenal lelah. Apa yang berat menjadi ringan, perkembangan siswa terus mengalami peningkatan, total siswa sekarang sekitar 638 siswa.

Dalam pelaksanaan PPDB 2019/2020 ini kami sudah tutup jauh-jauh hari. “Artinya sekolah kami tidak terpengaruh dengan Zonasi yang diterapkan dalam PPDB 2019. Kami tahun 2019 ini mengambil 5 Rombel, dan itu sudah terpenuhi pada bulan April 2019 lalu,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua LP Ma’arif Sidoarjo Misbahuddin mengaku sangat cocok kalau MIDAS mendapatkan PWNU Award Jatim 2019, karena sekolah tersebut kemajuannya sangat pesat sekali. Disamping perkembangan kesiswaan, perkembangan sarpras dan update guru selalu dilakukan. “Termasuk juga mempunyai Renstra pembangunan yang cukup megah lima, enam tahun kedepan. Inilah yang menjadi faktor utama dalam NU Award itu. Jadi nilai plus yang tertinggi adalah pengelolaan bersama-sama,” jelas Misbahuddin. as

Komentar