Minarak Brantas Gas Berikan 8.000 Ekor Bibit Lele Untuk Budidaya Warga Kedungbanteng

Warga sedang membuat kolam dari terpal, siap untuk budidaya ikan lele. as

Sidoarjo Pos-Wwarga Desa Kedungbanteng, Tanggulangin Sidoarjo sangat antusias mengikuti program budidaya ikan lele. Ada sekitar 8.000 ekor bibit lele yang siap dibudidayakan kepada tersebut. Bentuk budidaya dengan sistem tandon/kolam berbahan terpal, masyarakat juga diberikan bahan makanan selama satu bulan.

Material program tersebut, semuanya telah disediakan oleh Minarak Brantas Gas (MBG) sebagai bentuk CSR (Corporate Sodial Responsibility). Pembinaan budidaya lele ini mendatangkan trainer Jefri Dwi Saputro yang juga pemilik usaha Azzura Farms. Azzura Farms sendiri bergerak di usaha budidaya ikan lele dan menyuplai ribuan ekor ikan lele di Sidoarjo setiap bulannya.

Manager Public Relation MBG Arief Setyo Widodo mengatakan, program budidaya lele ini memang dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan perekonomian desa.  Pembinaan budidaya lele ini diharapkan akan terus berjalan hingga tahap berikutnya yaitu pengolahan menjadi berbagai macam makanan. “Pengolahan menjadi berbagai macam olahan makanan berbahan dasar ikan lele, dan tentunya sampai ke strategi pemasarannya juga,” kata Arief, (26/6).

Budidaya dengan sistem kolam lele berbahan terpal, bentuknya bundar diameter tiga meter, berkapasitas 3.000 hingga 4.000 ekor ikan lele. Budidaya lele dengan kolam terpal itu membutuhkan waktu sekitar 90 hari untuk panen. Warga sendiri sudah melakukan rapat dan memilih beberapa di antara mereka dipercaya mengelola budidaya lele itu.

Pembinaan budidaya lele ini dilakukan, karena permintaan pasar akan ikan jenis ini masih sangat besar. Kebutuhan masyarakat akan ikan lele cukup tinggi dan masuk ke semua kalangan. Bahkan di Sidoarjo sendiri masih butuh banyak supplier ikan lele untuk memenuhi permintaan pasar.“Kegiatan ini untuk memberdayakan masyarakat, agar nantinya warga bisa menjadi penghasil lele,” jelas Jefri.

Bukan sekadar penghasil lele, namun juga bisa menjadi pusat oleh-oleh berbagai macam olahan ikan. Tentunya akan bisa meningkatkan perekonomian warga dan desa. Maka pembinaan budidaya ikan lele ini juga termasuk pemasarannya. Sejumlah warga yang ikut budidaya lele sudah mengantongi nama-nama dan nomor kontak pemesan ikan lele saat panen nanti.

Selain itu, warga juga dilatih cara membuat sejumlah makanan olahan berbahan ikan lele. “Budidaya lele ini bila dilakukan secara serius akan banyak memberikan manfaat ekonomis, bisa memberi peluang kerja, sehingga akan mengurangi pengangguran,” kata Jefri.

Pihak pemerintah desa dan warga sendiri menyambut gembira kegiatan pembinaan budidaya lele ini. Sebab kegiatan tersebut bisa memberi manfaat warga dan sekaligus diyakini akan berdampak pada perekonomian desa. “Kami sudah memiliki tujuan setelah panen nanti, yaitu menjualnya kepada pengepul langsung dan hasilnya akan diputar untuk dibelikan bibit dan pakan untuk pengembangan selanjutnya,” kata Ikhwan, warga RT 1.

Warga lainnya, Sugianto, juga mengucapkan terima kasih pada pihak Minarak Brantas Gas dgn bantuan CSRnya program pemberdayaan masyarakat berupa kolam lele. Nantinya kolam lele akan dikelola bersama warga lainnya dengan mengedepankan karang taruna. “Harapan saya nantinya setelah berhasil, ibu-ibu juga bisa bergabung dalam bidang pengolahan makanan berbahan dasar ikan lele,” kata Sugianto. as

Komentar