Pastikan Layanan Terbaik, Direktur Keuangan BPJS Kesehatan Turun Langsung Layani Masyarakat

Direktur Keuangan BPJS Kesehatan Kemam Imam Santoso sedang melayani masyarakat peeserta JKN-KIS. as

Sidoarjo Pos-Dalam rangka memastikan peserta JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat) mendapatkan pelayanan yang terbaik. Jajaran Pimpinan BPJS Kesehatan turun langsung layani masyarakat. Seperti yang telah dilakukan oleh Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Kemal Imam Santoso di Kantor Cabang BPJS Kesehatan Sidoarjo, Jum ‘at (6/7/2018) tadi pagi.

           Usai memberikan layanan terhadap masyarakat yang mengajukan permohonan JKN-KIS, Kemal Imam Santoso menuturkan kalau hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen BPJS Kesehatan untuk menjaga mutu pelayanan yang terbaik. “Karena kepuasan dan loyalitas peserta menjadi prioritas kami,” tuturnya.

            Oleh karena itu, saya tadi telah berinteraksi dan melayani langsung peserta JKN-KIS, hal ini tentu akan menjadi kesan tersediri bagi kami. “Jadi, tugas frontliner sebagai garda terdepan dalam melayani peserta akan memiliki tantangan tersendiri,” katanya.

          Menurutnya, jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang menerapkan sistem jaminan sosial, pertumbuhan peserta program jaminan kesehatan di Indonesia terbilang amat pesat. Dalam waktu 4 tahun, program JKN-KIS telah mengcover hampir 80% dari toral penduduk Indonesia. Sebagai pembanding, negara yang menjalankan program jaminan sosial sejak lama seperti Jerman, sekitar 120 tahu, baru mengcover 85% populasi penduduk. Austria menjalankan selama 79 tahun dan mengcover 99% populasi penduduk. “Sementara Jepang memerluka  waktu 36 tahun dan Belgia membutuhkan 118 tahun untuk mencakup 100% populasi penduduk,” terang Kemal Imam Santoso yang didampingi Kepala Cabang BPJS Kesehatan Sidoarjo Sri Mugirahayu atau yang akrab dipanggil Bu Chichik.

       Dalam memberikan pelayanan kesehatan, kami telah bekerja sama dengan 22.247 FKTP yang terdiri atas 9.881 Puskesmas, 5.023 Dokter Praktik Perorangan, 5.473 Klinik Non Rawat Inap, 643 Klinik Rawat Inap, 20 RS Kelas D Pratama, serta 1.207 Dokter Gigi.

        Sementara itu, di tingkat FKTRL, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 2.397 RS dan Klinik Utama, 1.607 Apotek, dan 1.078 Optik. “Untuk di Kedeputian Wilayah Jawa Timur telah bekerja sama dengan 2.585 FKTP yang terdiri 965 Puskesmas, 701 Dokter Praktik Perorangan, 572 Klinik Pratama, 127 Klinik TNI-Polri dan 220 Dokter Gigi. Sedangkan untuk FKTRL, di Kedeputian Jawa Timur sudah bermitra dengan 309 RS dan Klinik Utama,” pungkasnya.

          Sedangkan perkembangan kepersertaan JKN-KIS di Cabang BPJS Kesehatan Sidoarjo terus mengalami peningkatan. Sampai dengan bulan Juli 2018 ini jumlah peserta sudah mencapai 1.468.057 jiwa. Termasuk didalamnya peserta yang didaftarkan dan diintegrasikan dengan program JKN-KIS oleh pemerintah Sidoarjo melalui Program PBI-APBD sebanyak 18.089 jiwa. “Jadi jumlah penduduk Sidoarjo sekitar 1.857.912 jiwa, yang sudah menjadi peserta sekitar 80 % atau 1.468.057 jiwa,” tambah Sri Mugirahayu. as

Komentar