Pembeli Menurun Hingga 50 % Pedagang Pasar Sukodono Sidoarjo ‘Wadul’ Anggota MPR RI

Anggota MPR RI Bambang Haryo S sedang berdialog dengan pedagang pasar Sukodono. as

Sidoarjo Pos-Upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang yang ada di Pasar Sukodono, Kabupaten Sidoarjo belum berhasil secara penuh. Walaupun gedung pasar baru yang kondisinya lebih aman dan nyaman, terbebas dari kondisi kumuh. Namun para pedagang mengeluh sangat sepi pembeli, menurun hingga 50 % lebih dibanding sebelumnya.

            Keluhan tersebut disampaikan oleh beberapa pedagang saat mendapat kunjugan dari Anggota Komisis VII MPR RI Ir. Bambang Haryo S, saat memantau kondisi pasar baru Sukodono, Sidoarjo, (7/8/2017) pagi tadi.

            Salah satu pedagang, Suliana membenarkan kalau penghasilan sepi hingga 50 % persen kalau dibanding pasar sebelum. Ia merasa heran, padahal tempat lebih enak, lebih nyaman, hujan tidak kena air, tidak becek, tetapi pembelinya kok sepi. “Saya berharap pemerintah mau membantu kami-kami, bagaimana caranya warga mau kembali kepasar ini seperti semula,” harap Suliana.

            Usai keliling melihat-liht kondisi pasar, Bambang Haryo menjelaskan kalau para pedagang mengaku sudah senang menempati gedung baru tersebut. Namun para pedagang masih mengeluh sepi pembeli, penurunan pembeli hampir mencapai sekitar 50 persennya. Kondisi seperti inilah yang perlu kita pikirkan bersama. Bagaimana para pedagang ini penghasilanya bias lebih baik seperti semula.

            Menurutnya, ada beberapa tempat penjualan yang harus dibenahi, masih ada orang-orang jualan di lorong-lorong jalan. Kondisi seperti itu tentunya sangat mengganggu pembeli, para pembeli juga tidak bias nyaman. Selain itu tempat ada salah satu pandangan yang kurang cocok, yakni pedangan yang berdekatan dengan WC. “Kondisi ini keduanya tidak enak, baik warga yang akan membeli maupun akan ke WC juga tidak bisa nyaman rasanya,” jelas Bambang Haryo.

            Termasuk slokan-slokan juga harus masih dibenahi lagi, jadi masih banyak yang harus dibenahi secara terus-menerus agar warga masyarakat lebih senang kembali membeli di pasar tradisional seperti pasar Sukodono ini. “Pasar ini termasuk standar nasional, makanya harus pula mendapat berstandar SNI. Jadi BSN (Badan Standar Nasional) harus segera datang ke pasar ini untuk melakukan sertifikasi, selanjutnya mengesahkan pasar ini sebagai pasar SNI,” katanya.

            Di sisi lain harga-harga semuanya berjalan dengan baik, harga komoditas juga masih standar tidak terlalu mahal, seperti gula, beras, ayam. “Jadi kondisi harganya sangat bagus, masih standar semua. Namun yang perlu dipikir adalah soal kenyamanan dan bagaimana upaya pemerintah untuk membantu agar pengunjung pasar kembali seperti semula,” pungkas Bambang Haryo S. as

 

Komentar