Pemkab Himbau Warganya, Berhati-hati Beli Daging Sapi Murah

Tersangka yang diduga menjual daging sapi oplosan, saat diamankan Polrestabes Surabaya.as

Sidoarjo, Dengan adanya harga daging sapi yang terus melambung, ternyata dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Yakni daging sapi murni dioplos dengan daging babi dan daging celeng, dijual di pasar tradisional Tropodo dan Wadungasri Waru Sidoarjo dengan harga yang murah.

 Melihat kondisi tersebut, Dinas Peternakan dan Pertanian Perkebunan (DP3) Pemkab Sidoarjo menghimbau kepada warganya, agar berhati-hati dalam memilih daging sapi. Jangan tergiur dengan harga yang murah, sebaiknya dilihat dulu keasliannya.

Kepala DP3 Pemkab Sidoarjo Ir Ani Pudjiastuti, Minggu(12/6) menjelaskan kalau kondisi daging asli dan tidak itu pasti terlihat dengan jelas. Bila dicermati secara teliti tentunya sangat berbeda, tekstur daging sapi dengan daging babi atau celeng sangat berbeda. “Dan yang lebih penting lagi harganya, kalau asli pasti tidak beda jauh dengan dipasaran. Kalau terlalu murah perlu dicurigai terlebih dahulu, makanya jangan tergiur dengan harga yang murah,” himbaunya.

Perlu diketahui bahwa, jajaran Satreskrim Polrestabes Surabaya, pada(10/6) berhasil merelease atas menangkap tiga pedagang tradisional menjual daging babi dan celeng. Mereka adalah Tuminah (41) warga Rungkut Kaliwaru, Agus (34) warga Wadungasri Sidoarjo, dan Bunarti (61) warga Lakarsantri Surabaya, yang selama ini menjual daging babi dan celeng di Pasar Wadung Asri, Waru, Kabupaten Sidoarjo, Rungkut dan Pasar Lakarsantri, Surabaya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga menjelaskan, ketiga tersangka selama ini memang menjual daging sapi, babi dan celeng. Namun selama berjualan di pasar selalu menipu pembelinya. “Jika ada orang beli, semua daging yang dijualnya itu selalu dikatakan daging sapi. Padahal yang diberikan pada orang yang membeli adalah daging babi dan celeng,” terangnya.

Para tersangka di depan petugas mengaku, untuk mendapatkan daging babi dan celeng membeli di Pasar Mangga Dua Wonokromo Surabaya, dengan harga Rp 65 ribu hingga Rp 80 ribu. Mereka menjualnya kembali di pasar tradisional, harganya Rp 95 ribu hingga Rp 100 ribu. “Jika ada yang menanyakan, kalau dagingnya terlihat menghitam, pedagang ini selalu mengatakan kalau daging sapi yang dijualnya itu khusus untuk rawon. Padahal itu adalah daging babi dan celeng,” ungkap Shinto.as

Komentar