Pemkab Sidoarjo Bangun Pedestrian yang Memprioritaskan Pejalan Kaki dan Disabilitas

Perempatan Jalan Monginsidi yang dijadikan percontohan pembangunan pedestrian untuk pejalah kaki. as

Sidoarjo Pos-Pembangunan jalan, pedestrian atau fasilitas umum selama ini belum pernah ada yang mengutamakan untuk para pejalan kaki, apalagi untuk kaum disabilitas. Kali ini Pemkab Sidoarjo melalui Dinas PU Bina Marga akan membangun pedestrian yang memprioritaskan terhadap pejalan kaki maupun kaum disabilitas.

        Setiap ada penyeberangan jalan atau zebra cross, masyarakat selalu dikalahkan dengan kendaraan. Warga harus menyeberang dengan hati-hati, naik turun tangga/trotoar. Sementara kendaraan dengan kecepatan tinggi tidak mau mengalah.

         Melihat kondisi tersebut, Dinas PU Bina Marga Kabupaten Sidoarjo dengan melibatkan melibatkan partisipasi warga, serta didampingi United Cities and Local Goverments Asia-Pasicif (UCLG ASPAC). Sebuah organisasi internasional beranggotakan pemerintah lokal di kawasan Asia-Pasific, akan mewujudkan percontohan pededistrian untuk warga disabilitas, yakni di Perempatan Jl. Monginsidi Sidoarjo.

       Kepala Dinas PU Bina Marga Sidoarjo Ir Sigit Setyawan menjelaskan kalau Pemkab Sidoarjo sudah mulai membangun trotoar dan persimpangan Jalan Monginsidi dengan melibatkan warga setempat. Fasum yang dijadwal mulai dikerjakan awal November 2016 ini diharapkan memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga. “Karena program ini sudah diawali dengan menggelar tiga kali pertemuan konsultasi dengan warga setempat, yakni Kelurahan Sidoklumpuk,” jelas Sigit Setyawan, Senin(1/11).

        Menurutnya, trotoar dan persimpangan Jalan Monginsidi, bakal ‘disulap’ sedemikian rupa dari bentuk semula. Salah satunya menambah ketinggian zebra cross agar sama tinggi dengan trotoar. Selain itu, zebra cross ini memakai bahan paving, bukan aspal. “Tujuannya agar pengendara menurunkan laju kendaraan saat melewati zebra cross. Selanjutnya para pejalan kaki bisa menyeberang dengan aman dan nyama,” tutur Sigit Setyawan.

     Ia menambahkan, kalau program merehab trotoar tersebut juga melibatkan peran swasta untuk pembangunannya. Yakni pihak pengembang perumahan yang lokasinya didekat persimpangan Jalan Monginsidi. “Dananya akan ditanggung oleh pengembang. Untuk finishing, misalnya pengecatan zebra cross akan melibatkan warga sekitarnya,” ujarnya.

     Sementara wakil dari UCLG ASPAC David Sagita juga menambahkan, kalau nantinya zebra cross ini bakal membuat kaget para pengendara kendaraan, karena harus melewati zebra cross yang tingginya sama dengan trotoar. “Namun setelah beberapa bulan, maka pengendara akan sopan, memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki saat melewati zebra cross tersebut,” tambahnya.as

Komentar